Scroll Untuk Baca Artikel
KamtibmasSumutUncategorized

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan H. Saripuddin Daulay,S.Ag,M.Pd Tidak Bisa Menjawab dan Mengelak Dari Pertanyaan Wartawan

×

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan H. Saripuddin Daulay,S.Ag,M.Pd Tidak Bisa Menjawab dan Mengelak Dari Pertanyaan Wartawan

Sebarkan artikel ini

 

Foto : Kakankemenag,Dandim 0208/AS,Kapolres Asahan,Ketua FKUB,Ketua MUI dan Ketua NU

Asahan – TambunPos.com

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan H. SARIPUDDIN DAULAY, S.Ag., M.Pd. yang menyelenggarakan Pendeklarasian perang terhadap judi dan narkoba pada hari Rabu 09/08/2023 di Lapangan Adhi Pradana Jl. Perintis Kemerdekaan Kisaran terasa ada yang kurang pas.

Apel siaga kebangsaan dan deklarasi perang terhadap judi dan narkoba ini dihadiri Dandim 0208/AS Letkol Inf Muhamad Bassarewan, S.Hub. Int,Kapolres Asahan AKBP. Rocky H Marpaung, SH,SIK, MH,Kepala BNNK Asahan,Ketua MUI Kabupaten Asahan,Ketua Nahdatul Ulama (NU),Ketua FKUB Kabupaten Asahan dan diikuti oleh lebih kurang 700 orang pelajar Madrasah Aliyah Negri/Swasta dan Madrasah Tsanawiyah Negeri/Swasta yang ada di Kabupaten Asahan.

Deklarasi yang rasanya tidak pas itu membuat Ketua DPP GRAPPA (Gerakan Rakyat Pengawal Pancasila) Alex Margolang,SH angkat bicara.

Ketua DPP GRAPPA Alex Margolang,SH berkata kepada awak media Tambunpos.com,kenapa Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan H . SARIPUDDIN DAULAY, S.Ag., M.Pd hanya mendeklarasikan perang terhadap judi dan narkoba saja sementara tempat-tempat maksiat banyak di kota kisaran ini seperti Spa & Massage,Diskotik Berkedok Salon dan Vegas yang berada di Komplek Graha Indah Kisaran hanya berjarak 200 meter dari Mesjid Agung H. Ahcmad Bakrie Kisaran.

Lokasi Maksiat di Kidaran
Lokasi Maksiat di Kisaran

Alex melanjutkan,Vegas yang jelas nyata tempat kumpulnya anak-anak muda berjoget dan tempat terjadinya awal kemaksiatan karena pengunjung disana hampir rata dalam keadaan setengah sadar/mabuk bahkan banyak tamu disana anak-anak yang dibawah umur,ini tidak termasuk di deklarasi oleh Kemenag Kabupaten Asahan dan terkesan pihak pemerintah di duga melindungi tempat-tempat maksiat di Kabupaten Asahan ini,ucap Alex.

Setelah selesai bersama Ketua DPP GRAPPA Alex Margolang,SH awak media pun pergi kekantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk minta penjelasan tentang deklarasi kemarin,di kantor MUI Kabupaten Asahan awak media di terima oleh pegawai kantor tersebut karena Ketua MUI sedang keluar.

Deklarasi yang tidak memasukan perang terhadap maksiat sebagai pertanyaan kami di jawab oleh pegawai MUI “Kalau MUI pada tanggal 14/07/2023 bersama organisasi Islam se- Kabupaten Asahan sudah mendeklarasikan perang terhadap Maksiat,judi dan Narkoba di Masjid Raya Kisaran Jl. Imam Bonjol” ucap pegawai MUI.

Ketika awak media Mengkonfirmasi langsung kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan H.SARIPUDDIN DAULAY, S.Ag., M.Pd perihal kemaksiatan tidak masuk dalam deklarasi kemarin dan di duga pemerintah kabupaten Asahan seperti melindungi tempat-tempat maksiat,beliau tidak bisa menjawabnya dan hanya mutar-mutar kata sampai petugas keamanan datang menyelamatkannya dari pertanyaan yang di lontarkan awak media dan pergi dengan mobil dinasnya.

Karena belum mendapatkan jawaban,awak media coba menelpon melalui aplikasi WhatsApp tapi di layar memanggil bertanda handphonenya tidak aktif dan chat yang di kirimkan belum juga di balas sampai berita ini di terbitkan.

(Amin Harahap/TP)