Asahan-Tambunpos.com
Bersebelahan dengan Rumah Ibadah Ummat Budha/Pekong ada sebuah Losmen yang pemiliknya warga Tionghoa diduga fungsinya sudah berubah menjadi tempat maksiat.
Diketahui Losmen Bahagia yang dahulunya tempat para sales dari luar kota untuk beristirahat tapi sekarang fungsi Losmen itu sudah berubah menjadi tempat maksiat,bukannya menghormati rumah ibadahnya yang tepat disebelah bangunannya.
Pantauan awak media Tambunpos.com pada hari Sabtu 27/01/2024 sekira jam 20.00 wib ada sepasang anak muda yang hendak mengambil kamar di Losmen Bahagia Jl. Imam Bonjol Kelurahan Kisaran Timur Kecamatan Kota Kisaran Timur,perkiraan umur anak muda itu lebihkurang 17 tahun tapi tetap diterima mengambil kamar tanpa ada larangan atau batas umur.
“Di Losmen Bahagia pada jam 08.00 s/d 17.00 banyak wanita-wanita duduk di lobi Losmen untuk menunggu tamu dengan modus sebagai tukang kusuk”
Ketua LSM GEMPAR Kabupaten Asahan Beni Hasibuan angkat bicara mengenai adanya sebuah Losmen di inti kota dan bersebelahan dengan rumah ibadah menjadi tempat maksiat,sudah seharusnya Bupati Asahan H. Surya,Bsc c/q Kasatpol-PP untuk memeriksa izin Losmen Bahagia dan menertibkan wanita-wanita bermodus tukang pijat yang ada di Losmen Bahagia,ucap Beni.
Dan bila perlu cabut izin Losmen Bahagia karena telah mengotori kesucian rumah ibadah ummat Budha dan membuat Visi Misi Pemkab Asahan “Masyarakat yang Sejahtera,Berkarakter dan Religius”tegas Beni.




