Foto : Syafrizal Manurung
(Alumni Sekolah Jurnalis Indonesia / Anggota Muda PWI Sumut)
TambunPos.com | Kritik adalah bagian tak terpisahkan dari kemajuan sebuah peradaban. Ia menjadi suluh yang menerangi jalan, menunjukkan mana yang benar dan mana yang perlu diperbaiki. Sayangnya, tak semua orang memiliki kebesaran jiwa untuk menerima kritik. Ada segelintir orang yang alergi terhadap kritik, bahkan memusuhi mereka yang berani menyuarakannya, termasuk penggiat sosial dan wartawan.
Manusia yang anti kritik adalah manusia yang hidup dalam bayang-bayang kesalahan. Mereka enggan mengakui kekurangan diri, sehingga menutup diri dari potensi perbaikan. Bagi mereka, kritik adalah serangan pribadi, bukan masukan membangun. Mereka lebih nyaman dengan sanjungan dan pujian, meski itu hanya kamuflase dari kebenaran yang pahit.
Ironisnya, mereka yang anti kritik justru seringkali adalah orang-orang yang hidupnya dipenuhi kesalahan. Ketidakmampuan mereka menerima kritik membuat mereka terus berputar dalam lingkaran yang sama, mengulangi kesalahan yang sama, tanpa pernah belajar dan berkembang. Mereka menjadi sosok yang stagnan, bahkan mundur, di tengah dinamika perubahan zaman.
Penggiat sosial dan wartawan adalah kelompok yang seringkali menjadi sasaran kebencian kaum anti kritik. Padahal, merekalah yang dengan berani menyuarakan kebenaran, mengungkap fakta yang tersembunyi, dan mengkritisi kebijakan yang salah arah. Mereka adalah suara hati masyarakat yang peduli akan kebaikan bersama.
Maka, sudah sepatutnya kita menghargai dan mendukung peran penggiat sosial dan wartawan. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian melawan ketidakadilan dan kezaliman. Jika ada di antara kita yang masih alergi terhadap kritik, belajarlah untuk membuka diri. Jadikan kritik sebagai cambuk untuk memperbaiki diri, bukan sebagai alasan untuk membenci.
Ingatlah, manusia yang mau menerima kritik adalah manusia yang berani menghadapi kenyataan. Mereka adalah manusia yang jujur pada diri sendiri, sehingga mampu melihat kelemahan diri dengan jernih. Mereka adalah manusia yang terus belajar dan berkembang, sehingga menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
Mari kita bangun budaya yang sehat, di mana kritik dihargai sebagai bagian dari proses pendewasaan diri dan kemajuan bangsa. Jangan biarkan kebencian terhadap kritik merajalela, karena pada akhirnya, hanya akan membawa kita pada kehancuran.
(Red/TP)




