Presiden Prabowo Menjadi Sorotan Netizen Usai Peluncuran DANANTARA
TambunPos.com, Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto menjadi sorotan usai meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (DANANTARA) bersama dua Presiden terdahulu yakni Ir H Jokowi Dodo dan Susilo Bambang Yudhoyono. Selasa,(24/2/25).
Perbedaan cara bersalaman Presiden Prabowo ke Jokowi dan SBY menjadi viral dan menuai kontroversi jagat maya di berbagai platform sosial media khususnya di Tiktok.
Dengan beberapa pandangan positif dan negatif warga netizen yang tertuang di dalam kolom komentar postingan.
Beberapa cibiran panas dilontarkan netizen di kolom komentar sebuah postingan akun tiktok ketika Presiden Prabowo dan dua Presiden terdahulu beserta para Wakil Presiden yang hadir ikut meresmikan DANANTARA di pelataran halaman istana Kepresidenan Jakarta.
Dalam sebuah unggah akun tiktok bernama @sani04407 memperlihatkan Presiden yang membungkuk ketika bersalaman dengan Jokowi lantas terkesan biasa saja ketika bersalaman dengan SBY.
Baca Juga:Oknum Anggota Dewan DS Mafia Togel Delisersang Kebal Hukum Membuat Ciut Nyali Polisi
Beberapa warga NET turut beri pendapat di kolom komentar yang masing-masing memberikan tanggapan miring terhadap sikap seorang Presiden.
“Wajar “vro” (Bro/Red) antara guru sama murid”. kata akun tiktok bernama @monte.carlo70
Dibalas komentar oleh @sani04407 “kalo seorang presiden (pejabat tertinggi negara) tunduk kepada seseorang yg bukan siapa² (siapa-siapa/Red) atau kepada seseorang yg dianggap guru politiknya itu berarti dia sedang menurunkan kedaulatannya sendiri sebagai presiden”.
Selanjutnya ia menambahkan “Kalo presiden tidak memiliki kedaulatan maka setiap langkah politiknya dalam kendali / bisa di kendalikan oleh orang tersebut termasuk dalam mengambil kebijakan”.
Beberapa akun lainnya pun memberikan pandangan lain yang mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh rasa hormat kepada Presiden Jokowi Dodo yang selama sepuluh tahun menjabat sebagai Presiden sudah berkontribusi besar dalam pembangunan Negara Indonesia serta kagum dalam bersihnya dan jujur kepemimpinannya dan di anggap sebagai Waliyullah.
(RD | TP)




