Kegiatan ramadhan centre yang berlangsung 3 hari dimulai tanggal 10-12 maret resmi ditutup pada rabu, 12 maret 2025.
Deli Serdang | TambunPos.com, Kepala Sman 1 sunggal Asron Batubara, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung 3 hari berjalan dengan baik dan lancar, Rabu (12/3/2025)
Asron menjelaskan, Kegiatan ramadhan centre tahun ini mengusung tema : TRENDI (Taqwa, Religius, Empati, Nasionalis, Disiplin, Inovatif) diisi dengan berbagai kegiatan menarik dan inovatif mulai dari sholat sunnah, sholat berjamaah, tadarus Al-Quran, kajian keagamaan, praktik sholat jenazah serta nonton film pendek.
Menariknya, kegiatan pada bulan ramadhan tidak hanya diisi oleh siswa yang beragama islam saja namun siswa yang agama kristen juga melakukan berbagai kegiatan positif untuk meningkatkan keimanan mulai dari melakukan ibadah di gereja beserta melakukan aksi pembersihan di lingkungan gereja yang berada disekitar sekolah.
Disebutkan Asron, ada sebanyak 9 gereja dilakukan pembersihan. Kegiatan ini sangat diapresiasi serta mendapat dukungan para guru yang tergabung dalam kepanitiaan karena kegiatan seperti ini tentu akan memberikan dampak positif bagi para siswa yang beragama Kristen.
Asron mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang turut andil dalam mensukseskan agenda ramadhan centre.
“Berhasilnya kegiatan ramadhan centre di lingkungan SMAN 1 Sunggal karena adanya dukungan dari berbagai pihak baik bapak/ibu guru dan siswa yang tergabung dalam kepanitiaan beserta instruktur secara bersama-sama bekerja keras dalam menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan ramadhan centre pada tahun ini.”ujarnya.
Suksesnya kegiatan yang dilaksanakan SMAN 1 sunggal mendapatkan respon positif dari Fredy Dermawan, Ketua Umum HMI Cabang Deli Serdang.
“Apresiasi sebesar-besarnya kepada Kepala SMAN 1 sunggal dan jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan baik ini di bulan suci ramadhan, kegiatan ini sebuah aksi nyata sekolah dalam membentuk karakter siswa yang lebih religius serta memberikan pengajaran bagaimana pentingnya hidup dalam keberagaman.” Ujarnya.
Fredy juga menambahkan, ditengah berbagai pemberitaan saat ini tentang isu krisis karakter pada siswa kegiatan sekolah yang berorientasi pada penanaman karakter harus dilestarikan dan diperbanyak sehingga akan didapatkan siswa-siswa yang berkualitas.
(RD | TP)




