Scroll Untuk Baca Artikel
Hukum dan Kriminal

Ibu Rumah Tangga Diperkosa Hingga Depresi, Pihak Keluarga Lapor Polisi

×

Ibu Rumah Tangga Diperkosa Hingga Depresi, Pihak Keluarga Lapor Polisi

Sebarkan artikel ini

Foto: Surat laporan korban.

Gunungkidul | TambunPos.com – Kasus asusila di Kalurahan Kemejing, Kapanewon Semin, Gunungkidul masih terus bergulir bagaikan bola salju. Korban berinisial L warga Padukuhan Karanggumuk 2 akhirnya melapor ke Unit Reskrim Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA ) Polres Gunungkidul.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Harapanya kepolisian bisa mengusut kasus ini aecara adil dan pelaku segera bisa di sanksi sesuai undang – undang yang berlaku,”ucap L kepada awak media Kamis ( 13/03/2025 ).

Laporan di Unit PPA dibuat pada Hari Rabu 12 Maret 2025 dan langsung diterima oleh Kasat Reskrim PPA. Dari hasil keterangan korban, pihak PPA telah memerikas tiga orang saksi, satu diantaranya adalah tokoh masyarakat.

Sementara itu, neki yang merupakan suami korban berharap apa yang dialam oleh keluarganya saat ini bisa segera mendapat keadilan, dan pelaku pemerkosaan berinisial T bisa segera diberikan sanksi tegas.

“Dengan adanya laporan ini kepolisian bisa segera mengungkap kasus ini secara adil dan berimbang,”ucap Neki.

Diberitakan sebelumnya seorang pamong Kalurahan Kemejing, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul tega memperkosa warganya sendiri. Korban pemerkosaan itu berinisial L (27) yang dipaksa oleh TK oknum pamong yang menjabat sebagai Dukuh Karanggumuk II.

Oknum dukuh nekat melakukan aksi bejatnya pada bulan Juli 2024. Saat itu L sedang berada ditempat kerjanya yang baru menghadapi masalah.

Kedatangan TK ternyata hanya ingin memanfaatkan masalah yang saat itu tengah dihadapi oleh L. Oknum dukuh itu kabarnya melakukan pengancaman, jika L tidak mau melayani nafsu bejatnya, maka persoalan di tempat kerja korban itu akan di proses hukum.Karena takut L pun terpaksa mengiyakan keinginan TK.

Tak hanya itu saja, rumor yang beredar TK telah memaksa L untuk melayani nafsunya hingga 8 kali. Kelakuan bejat yang dilakukan TK pun sontak membuat warga geram. Warga yang mulai geram kemudian melakukan aksi. Mediasipun dilakukan dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat.

(HM/TP)