Deli Serdang | TambunPos.com — Kekacauan besar kembali terjadi di tubuh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Situs resmi Pemkab Deli Serdang Portal.deliserdangkab.go.id memuat berita berjudul “SMAN 2 Lubuk Pakam”, namun isi beritanya justru membahas polemik SMPN 2 Patumbukan Galang yang kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Kesalahan fatal ini dinilai bukan sekadar typo, tapi cermin dari kepanikan birokrasi yang gagal mengelola tekanan publik dan isu besar yang viral.
Konten berita itu sejatinya merespons sengketa antara Pemkab dan organisasi Islam besar, Al Washliyah, soal penggunaan gedung eks SMPN 2 Galang. Setelah viral dan muncul desakan luas di media sosial dan media massa, Pemkab justru terlihat kelimpungan.
Baca Juga: Breaking News: Kecelakaan Beruntun Tiga Truk di Medan Amplas, Dua Luka Serius

Baca Juga: Tokoh Muda Melayu Desak Wakil Bupati Klarifikasi Ucapan “Kabupaten Nahdliyin”
Fajar Rivana Sinaga, aktivis muda dan pengamat kebijakan publik, angkat bicara keras:
“Ini bukan lagi salah ketik. Ini bukti kalau seluruh ASN di Pemkab Deli Serdang sedang panik dan salah tingkah. Gara-gara aksi besar-besaran Al Washliyah dan tekanan publik yang luar biasa, mereka seperti kehilangan arah. Judul dan isi berita resminya pun jadi ngawur. Saya ulangi: ini karena pegawai-pegawai yang tidak cerdas mengelola krisis.”
Fajar menyebut kesalahan redaksional tersebut mencederai kredibilitas pemerintah daerah, terlebih karena terjadi di situs resmi milik negara.
“Media resmi itu bukan tempat main-main. Ketika sebuah berita dibuat asal-asalan, itu menandakan birokrasi kita sedang keropos dan takut pada tekanan. Padahal tugas mereka bukan tunduk pada tekanan, tapi membuat keputusan cerdas dan berpihak pada keadilan,” lanjutnya.
Tak hanya soal judul yang kacau, Fajar juga menyoroti bagaimana Pemkab terlihat “mencla-mencle” dalam bersikap terhadap Al Washliyah. Di satu sisi bicara “kebangkitan Al Washliyah”, di sisi lain justru menggusur mereka dari bangunan yang sudah puluhan tahun digunakan untuk pendidikan.
“Kalau Pemkab bilang ini kabupaten Nahdliyin, tapi yang digusur justru Al Washliyah, itu kan lucu. Tambah lagi berita kacau seperti ini, ya makin jelas: mereka sedang kacau balau,” tegas Fajar.
Fajar mewakili masyarakat kini menanti klarifikasi resmi dari Bupati Deli Serdang dan pertanggung jawaban dari tim redaksi atau humas pemerintah daerah. Sementara itu, kesalahan ini menjadi pelajaran pahit betapa pentingnya ketelitian dalam komunikasi publik, terlebih di tengah krisis kepercayaan dan sorotan luas seperti saat ini.
(RD | TP)




