Scroll Untuk Baca Artikel
Uncategorized

Klarifikasi dan Fakta, Babak Baru Kredit KUR Bank BRI Unit Sonsongan Cabang Tanjungbalai Mulai Terkuak Dalangnya

×

Klarifikasi dan Fakta, Babak Baru Kredit KUR Bank BRI Unit Sonsongan Cabang Tanjungbalai Mulai Terkuak Dalangnya

Sebarkan artikel ini

Asahan | TambunPos.com — Masyarakat dibuat tercengang setelah viral pemberitaan mengenai dugaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merugikan negara hingga mencapai Rp 25 miliar dan ini menjadi pemberitaan baru bagi warga masyarakat luas. Sabtu (4/10/25).

Terkait hal itu, kasus ini melibatkan seseorang oknum pengusaha dan sekaligus agen BRILink di aek songsongan berinisial Strs alias Tkno, yang disebut-sebut sebagai calo. Namun, Kepala Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Aek Songsongan, Karlys Samuel Marpaung membantah keras tudingan tersebut ketika dikonfirmasi langsung pada 3 Oktober 2025 di kantor BRI unit Songsongan oleh redaksi media ini sekira pukul 15:58 Wib.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Karlys Samuel Marpaung mengatakan
“Pemberitaan soal KUR Rp25 miliar itu tidak benar, dan saya siap mempertanggungjawabkan pernyataan saya ini. Saya kenal Stris alias tekno, dia nasabah sekaligus usaha agen BRI Link, hanya sebatas itu,” ujar Kepala Unit BRI Aek Songsongan yang baru 1 tahun bekerja di Unit Bank tersebut.

Ia juga menambahkan, bahwa dirinya tidak mengetahui kejadian sebelum masa jabatannya, “Yang pasti, dana KUR yang dialokasikan ke unit Aek Songsongan mencapai Rp40-50 miliar setiap tahunnya,” ucapnya.

Namun, berdasarkan penelusuran mendalam, pernyataan Kepala Unit tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan data yang diperoleh awak media.

Stris alias Tkno diketahui sebagai pengusaha properti perumahan yang 99% dananya diduga berasal dari pinjaman KUR tersebut. Selain itu, mesin BRILink milik Sutris dikabarkan sudah disita oleh Petugas Agen BRILink (PAB) karena pembayaran angsuran perumahan dilakukan secara akumulatif melalui mesin tersebut.

Sementara itu, Heldin Suranta Tarigan, kepala Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Tanjung Balai, ketika dikonfirmasi pada 1 Oktober yang lalu, terdengar dari suara rekaman percakapan tersebut, Telah memberikan pernyataan yang dianggap membuka kebobrokan dalam penyelenggaraan kredit KUR yang disalurkan ke masyarakat.

“Kalo kerja itu kan pasti gak mungkin lurus-lurus aja, pasti ada belok-beloknya,” ujar Heldin

Namun, saat wartawan media ini mencoba mengonfirmasi kembali kepada Heldin, bukan malah memberikan jawaban resmi lewat via call whatsApp, melainkan menyumpah serapah wartawan Tambunpos.com dan juga menghina dengan sebutan nama binatang.

“Aku sudah di nonjobkan, sudah gak jadi pimpinan cabang, itu yang kau mau kan, sudah senang kau kan! Kusumpahkan celaka kau. Mata kau!! Monyet kau!!” ucapnya dengan nada keras via call whatsApp tersebut.

Heldin mengatakan bahwa dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai pimpinan dan sudah ditarik ke kantor wilayah. Terpisah, ia juga merestui agar unit-unit lain di wilayah kantor cabang Tanjung Balai untuk diekspos lebih lanjut. Dengan ucapannya ini, patut diduga 13 Unit BRI yang berada dibawah managemen BRI kantor cabang tanjung balai pinjaman KUR nya bermasalah. Untuk itu diminta Kantor Wilayah BRI Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara memeriksa oknum-oknum yang terlibat.

Fakta menarik juga di temui tim awak media dari salah satu warga, diduga mantri mantri BRI unit Aek Songsongan inisial (P,D dan Z) mendatangi nasabah-nasabah perumahan pengusaha tekno untuk dikendalikan agar ketika ada orang yang menanyakan tentang Kredit tersebut untuk modal kerja usaha bukan untuk perumahan.

Diduga persekongkolan ini sudah terjalin cukup lama dengan pengusaha bernama tekno. Dan bantahan Kelapala Unit Karlys Samuel Marpaung sangat di luar nalar, tidak sesuai fakta dengan kejadian di lapangan.

(RD88)