Foto: Bank Bri aek songsongan dan pinca bank bri tanjungbalai, eldin suranta tarigan (kiri) gle.
Asahan | TambunPos.com – Keredit usaha rakyat (KUR) merupakan program pembiayaan bersubsidi yang bertujuan untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam mengakses modal guna meningkatkan produktivitas dan daya saing. Namun, pelaksanaan dilapangan banyak oknum – oknum karyawan bank plat merah menyalah gunakan wewenang dan praktek penyimpangan hukum. Rabu (1/10/25).
Buktinya di bank bri unit aek songsongan cabang kota tanjungbalai, banyak nya ditemukan praktek dugaan percaloan dan kur fiktif yang merugikan negara mencapai puluhan miliar.
Modusnya dengan manipulasi data lewat sekema kredit fiktif yang menggunakan program kredit KUR. Dalam proses nya, data KTP warga diduga dicatut dan disulap jadi dibitur fiktif, dengan iming – iming uang kepada pemilik data KTP. Tapi dana kreditnya diduga untuk pihak lain.
Mulusnya praktek jahat tersebut diduga adanya kongkalingkong antara agen calo dengan oknum karyawan bank Bri unit aek songsongan yakni mantri berinisial P, D, Z dan oknum kepala unit.
Menurut sumber dilapangan pemain percaloan tersebut berinisial stris alias tkno orang batu nanggar.
“Tkno orang batu nanggar, sudah tidak heran lagi, kalau dia hampir semua batu nanggar di pinjam nama sama dia.”kata sumber.
Dijelaskan narasumber, stris alias tkno cukup lihai meyakinkan calon debitur KUR baru agar bisa dimanfaatkan nya.
Salah satunya warga pulau pensiunan PT. Sofindo berinisial wdi, data dirinya dipakai oleh tkno untuk peminjaman.
“Biasanya tkno tidak bekerja sendirian, ia selalu dibantu oleh oknum – oknum mantri bri aek songsongan. Mereka dikasih fee oleh tkno senilai 5 jutaan setiap pencairan.
Praktek nakal percaloan dan kur fiktif di aek songsongan terus berjalan sampai saat ini, cek saja kelapangan langsung ketahuan siapa – siapa saja data ktp nya yang dipakai tkno, pasti banyak ditemukan “macet” pembayaran.”ucapnya.
Mengatahui hal itu awak media mengkonfirmasi kepala unit bank bri aek songsongan, Karlys samuel marpaung pada rabu (1/10/25) sore.
Dalam konfirmasi melalui via call whatshapp, ia membantah dan mengundang tambunpos.com untuk wawancara langsung.
Terpisah, heldin suranta tarigan, kepala pimpinan cabang (Pinca) Bri tanjung balai, ketika dikonfirmasi pada rabu 1 Oktober 2025, memberikan pernyataan bahwa ia sudah tidak menjabat lagi akibat disorot media tambunpos.com.
“Saya sudah tidak menjabat lagi karena pemberitaan terus – menerus yang dilakukan oleh media tambunpos.com.”terangnya.
Sambungnya, saya sudah ditarik ke medan, turun jabatan saya. Besok saya sudah tidak berkantor sini. Karena pemberitaan yang bombastis itu.
Lebih mencengangkan lagi, eldin seakan pasang badan untuk membela bri unit aek songsongan atas dugaan percaloan dan penyaluran dana KUR fiktif.
“Kalo kerja itu kan pasti gak mungkin lurus-lurus aja, pasti ada belok-beloknya,” ucap eldin.
Sedangkan, auditor (URC) tanjungbalai, evan sebayang saat dikonfirmasi awak media terkait dugaan kasus percaloan dan kur fiktif belum berkomentar.
(Red/TP)




