Scroll Untuk Baca Artikel
Hukum dan KriminalKeuanganKORUPSI

Terkuak ! Diduga Bermain Kredit Fiktif Mantri Lapangan BRI Unit Veteran Kabur, Diduga Atas Arahan Internal

×

Terkuak ! Diduga Bermain Kredit Fiktif Mantri Lapangan BRI Unit Veteran Kabur, Diduga Atas Arahan Internal

Sebarkan artikel ini
BRI
Kantor BRI unit Veteran—Tanjungbalai (Sumber:TambunPos.com/RD88)

Tanjungbalai | TambunPos.com — Mantri lapangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Veteran, Johan Hutabarat, dikabarkan melarikan diri setelah beredar kabar bahwa Tim Spesial Audit (SA) akan melakukan pemeriksaan di Kantor BRI Unit Veteran Tanjungbalai.
Informasi yang beredar menyebut kabar kaburnya mantan mantri lapangan BRI Unit Aek Songsongan itu diduga tidak dilakukan atas inisiatif pribadi, melainkan atas arahan pihak internal lain yang diduga turut terlibat dalam praktik yang disebut-sebut sebagai persekongkolan jahat penyaluran kredit.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, awak media berupaya mengonfirmasi Daman Nuri Harahap, selaku Manajer Mikro BRI Cabang Tanjungbalai, pada Minggu (2/11). Namun hingga berita ini diterbitkan, masih belum memberikan tanggapan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Baca Juga: Dugaan Kecurangan di BRI Aek Songsongan Hingga Veteran, Mantan Mantri Johan Hutabarat Diduga Gelapkan Dana Rp6 Miliar

Diketahui, Daman Nuri Harahap dikenal tertutup terhadap berbagai persoalan yang muncul di unit-unit BRI wilayah binaannya—mulai dari Unit Sei Kepayang hingga Unit Veteran. Sebelum menjabat sebagai Manajer Bisnis Mikro di BRI Cabang Tanjungbalai, Daman Nuri sempat bertugas di BRI Cabang Iskandar Muda Medan, yang kala itu juga menghadapi sejumlah permasalahan serius.

Salah satu kasus besar yang terjadi di bawah pengawasannya adalah di BRI Unit Kutilambaru, di mana dua kepala unitnya diketahui sempat ditahan oleh Kejaksaan Negeri Medan. Beberapa pegawai mikro yang diwawancarai redaksi menyebutkan bahwa Daman Nuri dinilai kurang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap bawahannya.

“Pak Daman itu hanya tahu soal target. Kalau soal proses dan cara mencapainya dengan baik, dia tidak terlalu peduli. Kalau ada masalah di lapangan, beliau cenderung lepas tangan,” ujar salah satu pegawai mikro yang enggan disebutkan namanya.

Sebelumnya, Johan Hutabarat juga pernah dimutasi dari BRI Unit Aek Songsongan ke Unit Veteran karena dugaan pelanggaran serupa, yakni penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif.
Di tempat barunya, ia kembali diduga melakukan praktik yang sama dengan modus yang lebih canggih: mengondisikan data calon debitur dari luar wilayah Tanjungbalai agar seolah-olah berdomisili di area kerja Unit Veteran, demi memenuhi target dan memperoleh keuntungan pribadi.

Kini, publik mempertanyakan ke mana aliran dana hasil dugaan praktik curang tersebut serta siapa saja pihak internal yang turut terlibat.

Saat dikonfirmasi pada 2 November 2025, mantan Manajer Mikro BRI Cabang Tanjungbalai (Sebelum era Daman Nuri Harahap/RED), Petty Siregar, membantah memiliki keterlibatan dalam kasus ini. Ia menegaskan bahwa Johan Hutabarat bukan lagi bagian dari timnya, karena dirinya telah pensiun dari BRI.

“Saya sudah pensiun, dan beliau bukan anggota saya. Dia hanya penyewa ruko saya,” ujar Petty Siregar saat dikonfirmasi.

Kasus ini masih menyisakan tanda tanya besar mengenai dugaan keterlibatan pihak internal BRI lainnya serta aliran dana hasil penyaluran KUR fiktif tersebut. Publik kini menanti langkah tegas dari pihak berwenang dan manajemen BRI untuk mengusut tuntas dugaan praktik curang yang mencoreng nama baik perbankan plat merah tersebut.

(RD88)