Foto : Kantor DPRD Kota Medan.
MEDAN I TambunPos.com – Kantor DPRD Kota Medan tampak lengang pada Rabu (3/12/25), tepat ketika masyarakat di sejumlah kecamatan masih berjibaku menghadapi dampak banjir yang melanda sejak beberapa hari terakhir. Saat awak media melakukan pengecekan langsung ke gedung dewan, suasana sepi terlihat di hampir seluruh ruang kerja anggota legislatif tersebut.
Seorang staf DPRD Medan yang ditemui di lokasi mengungkapkan bahwa mayoritas anggota dewan diketahui sedang melakukan perjalanan dinas ke berbagai daerah. “Kalau sudah hari Rabu mana ada anggota dewan, perjalanan dinas semuanya. Kalau pun ada hanya beberapa orang yang perjalanan dinas dalam kota,” ujarnya.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan mendalam dari masyarakat, mengingat warga di sejumlah kecamatan masih bergumul dengan banjir dan membutuhkan keberadaan para wakil rakyat untuk menunjukkan kepedulian maupun membantu penanganan darurat. Di tengah situasi genting tersebut, keberangkatan hampir seluruh anggota dewan ke luar daerah dinilai tidak sensitif terhadap kebutuhan masyarakat yang sedang terdampak bencana.
Sejumlah warga yang ditemui di lokasi banjir menyampaikan bahwa sikap tersebut mencerminkan minimnya empati sebagian besar anggota DPRD Medan. Mereka menilai para wakil rakyat kerap hadir dan mendekat hanya saat momentum pemilihan untuk meminta dukungan suara, namun kemudian menghilang ketika masyarakat membutuhkan pertolongan nyata.
“Waktu pemilu mereka datang seperti memohon-mohon suara. Tapi setelah menang, mereka seakan tidak mau tahu keadaan warganya,” keluh beberapa warga yang terdampak banjir.
Kegiatan perjalanan dinas yang dilakukan hampir serentak oleh anggota dewan ini juga menimbulkan dugaan publik bahwa agenda tersebut tidak mendesak dan tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Medan. Bahkan, sebagian warga menilai perjalanan dinas itu hanya menghabiskan anggaran tanpa mempertimbangkan kondisi darurat yang sedang terjadi.
Meski demikian, masih terdapat sebagian kecil anggota DPRD Medan yang terlihat menunjukkan kepedulian dengan turun langsung ke lokasi banjir dan menyalurkan bantuan darurat kepada warga. Kehadiran segelintir anggota ini sedikit mengurangi kekecewaan masyarakat, meski tetap tidak mampu menutupi sorotan terhadap mayoritas anggota dewan yang memilih berada di luar kota.
Situasi ini memicu harapan agar para wakil rakyat lebih peka terhadap kondisi darurat yang dihadapi masyarakat dan menempatkan kepentingan warga sebagai prioritas utama, terutama saat bencana melanda.(M/TP)




