Ket foto : Aktivitas perjudian jenis Togel.
NGAWI I TambunPos.com – Praktik perjudian toto gelap (togel) di wilayah Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, kini menjadi sorotan tajam. Inisial E yang dikenal luas sebagai bandar besar togel di wilayah tersebut, secara terang-terangan menjalankan bisnis haramnya tanpa rasa takut terhadap aparat penegak hukum maupun pengawasan media.
Keberanian Bandar dalam melanggar aturan Pemerintah dan Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 303 ini diduga kuat karena adanya jaminan keamanan dari seorang oknum bernama Oknum Wartawan yang mengaku dari Salah satu Media Jatim.
Arogansi Oknum Media Jatim bukannya mendukung pemberantasan penyakit masyarakat justru diduga pasang badan untuk membentengi aktivitas ilegal tersebut. Dalam sebuah interaksi, A secara terang-terangan meremehkan rekan media lain, bahkan tidak gentar meskipun berhadapan dengan awak media dari Mabes Polri.
Sikapnya yang “mengentengkan” institusi media lain ini dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalisme dan indikasi kuat bahwa dirinya bertindak sebagai “backing” atau pelindung bandar judi, bukan sebagai kontrol sosial.
Ketegasan Kapolres Ngawi Dipertanyakan
Hingga saat ini, pihak Kapolres Ngawi belum memberikan tanggapan ataupun tindakan nyata di lapangan. Bungkamnya pihak kepolisian setempat memicu spekulasi di tengah masyarakat.
Apakah hukum di Ngawi bisa dibeli oleh bandar togel?
Padahal, instruksi Kapolri sudah sangat jelas dan tegas untuk memberantas segala bentuk perjudian tanpa pandang bulu. Namun, kenyataan di Kedunggalar menunjukkan bahwa E dan jaringannya masih bebas beroperasi seolah-olah wilayah tersebut kebal terhadap hukum negara.
Publik Menagih Tindakan Nyata
”Sudah dibuatkan berita, sudah dilaporkan secara informasi, lalu maunya apa lagi? Apakah harus menunggu masyarakat yang bertindak sendiri?” ungkap seorang sumber yang merasa geram dengan pembiaran ini.
Kini, publik menunggu keberanian Kapolda Jawa Timur untuk mengevaluasi kinerja Polres Ngawi.
Jika seorang bandar seperti E dan pelindungnya seperti A bisa mengatur hukum di Kedunggalar, maka integritas kepolisian di wilayah Ngawi berada di titik terendah.
(Tim)




