Foto : Pernikahan Tradisi Budaya Jawa, Yang Memiliki Makna Mendalam
Kabupaten Grobogan – TambunPos.Com – Seserahan pernikahan merupakan salah satu tradisi budaya Jawa yang memiliki makna mendalam dan hingga kini tetap lestari di Kabupaten Grobogan. Rangkaian barang hantaran yang diberikan dari pihak pengantin pria kepada wanita bukan hanya sekadar bentuk hadiah, melainkan juga sebagai simbol tanggung jawab, cinta, dan komitmen untuk memenuhi kebutuhan kehidupan berumur panjang bersama, Minggu (8/2/2026).
Dalam tradisi Grobogan, jumlah seserahan secara umum disusun dalam angka ganjil. Hal ini dipercaya membawa keberuntungan dan keharmonisan bagi pasangan muda yang akan membangun rumah tangga. Isi seserahan pun disiapkan dengan penuh perhatian, tidak hanya mencakup perlengkapan ibadah seperti sajadah, kain sarung, dan alat-alat sholat lainnya, tetapi juga terdiri dari barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti peralatan memasak, pakaian, serta makanan atau buah-buahan yang melambangkan kelimpahan dan kesehatan.
Keterangan video, Seserahan pernikahan Grobogan
Prosesi pemberian seserahan sendiri biasanya dilakukan dalam acara lamaran atau pada hari H pernikahan, di depan keluarga besar kedua pihak. Pada masa lalu, penyaji seserahan biasanya mengenakan pakaian adat Jawa Tengah yang khas, seperti kebaya dan batik dengan motif khas daerah Grobogan. Namun, di era yang semakin maju dan berkembang, tampilan seserahan mengalami sedikit perubahan. Banyak pihak yang kini memilih menggunakan pakaian lebih praktis dan modern, meskipun nilai dan makna dasar dari tradisi ini tetap tidak berubah.
Masyarakat Kabupaten Grobogan menyatakan bahwa meskipun ada penyederhanaan atau perubahan dalam bentuknya, seserahan tetap menjadi salah satu momen paling dinanti dan tak terlupakan dalam setiap rangkaian acara pernikahan. Tradisi ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara kedua keluarga dan menjaga keberlanjutan budaya Jawa yang kaya akan nilai-nilai luhur.
(HR/TP)




