Scroll Untuk Baca Artikel
Daerah

Program Bupati Karo Berjalan di Tempat,  PKL Kembali Penuhi Terminal Berastagi

×

Program Bupati Karo Berjalan di Tempat,  PKL Kembali Penuhi Terminal Berastagi

Sebarkan artikel ini

Tanah Karo I TambunPos.com – Sepertinya program Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) DR.dr.Antonius Ginting Sp.OG.M.Kes untuk mengembalikan fungsi serta menata kawasan terminal dan pasar Berastagi hanya berjalan di tempat.

Pasalnya, dimana sebelumnya Pemerintah Kabupaten Karo dengan gencar melakukan penertiban di kawasan terminal angkutan kota dengan melibatkan berbagai instansi gabungan, melakukan pembersihan di Terminal Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP) dan di kawasan Pusat Pasar Berastagi yang terletak di Kelurahan Tambak Lau Mulgap II Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo beberapa waktu lalu.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Baca juga : Lestarikan Budaya Leluhur, Warga Dorosemi Gelar Sedekah Bumi Penuh Khidmat  

Sepertinya penertiban yang dilakukan Pemkab Karo ini tidak berjalan seperti semestinya,hal ini terbukti setiap hari puluhan pedagang kembali dengan bebasnya menjajakan dagangan yang membuat pemandangan Kota Berastagi semakin semraut.

Pantauan dilokasi (Minggu) (3/5) pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Berastagi kembali menjajakan barang dagangan mereka seperti di terminal,trotoar dengan mengisi bahu jalan tanpa menghiraukan keselamatan.

Kawasan Jalan Penghasilan kembali menjadi sorotan terkait keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Meski penertiban dan penjagaan rutin dilakukan Satpol PP Kabupaten Karo, aktivitas berdagang di bahu jalan masih terus berlangsung sehingga kawasan tersebut kerap terjadi kemacetan dan mengganggu aktifitas warga sekitar.

Baca juga : Jalan Rusak Parah Bertahun-Tahun, Warga Ngaringan Kritik Keras Bupati Grobogan

Salah seorang pedagang R.Ginting (50), pedagang los Jahe Jahe yang menjajakan barang dagangannya dengan menggunakan beko di bahu jalan Penghasilan menyebutkan, akibat sepinya pengunjung ke dalam los jahe jahe maka dirinya membawa barang dagangan ke depan.

” Mau bagaimana lagi,nasib kami para pedagang di dalam los jahe jahe sama sekali tidak ada pembeli,karena di depan pedagang dengan bebas menjajakan barang mereka,yah kami juga demi memenuhi kebutuhan rumah tangga terpaksa ikut berjualan didepan sana” pungkasnya.(Lin/Tp)