Scroll Untuk Baca Artikel
Daerah

Lapas Lubuk Pakam Tingkatkan Kewaspadaan, Sosialisasikan Risiko Penularan Hantavirus kepada Warga Binaan

×

Lapas Lubuk Pakam Tingkatkan Kewaspadaan, Sosialisasikan Risiko Penularan Hantavirus kepada Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

Ket foto : Lapas Lubuk Pakam Tingkatkan Kewaspadaan, Sosialisasikan Risiko Penularan Hantavirus kepada Warga Binaan.

Lubuk Pakam I TambunPos.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Pakam Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara Menggelar Kegiatan Sosialisasi Pada Selasa (09/06/2026).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kegiatan sosialisasi bertajuk “Waspada Risiko Penularan Hantavirus” yang dilaksanakan di Aula terbuka Lapas ini disampaikan langsung oleh dokter Lapas Lubuk Pakam, dr. Tri Siboro yang didampingi oleh Kasi Binadik & Giatja, Bastian Surya Manik; Kasubsi Perawatan, Sukadi; Perawat serta Staf Klinik kepada warga binaan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan lapas.

Dalam pemaparannya, dokter lapas menjelaskan bahwa berdasarkan rilis resmi dari World Health Organization tanggal 6 Mei 2026, Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat dan berpotensi menyebabkan penyakit serius pada manusia.

Penularan umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan pengerat yang terinfeksi atau melalui paparan urin, kotoran, maupun air liurnya.

Baca juga :Tanggapi Keluhan Warga Binaan, Kepala Rutan Kelas I Medan Hadir Serap Aspirasi dan Berikan Solusi

Lebih lanjut dijelaskan bahwa infeksi Hantavirus dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga gangguan gastrointestinal seperti sakit perut, mual, dan muntah.

Gejala tersebut biasanya muncul dalam rentang satu hingga delapan minggu setelah paparan, tergantung pada jenis virus yang menginfeksi, bahkan dalam kasus tertentu dapat berujung pada kondisi berat hingga kematian.

Sebagai langkah pencegahan, warga binaan diimbau untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan hunian, menutup celah yang memungkinkan masuknya hewan pengerat, serta menyimpan makanan dengan aman. Selain itu, penting juga untuk menerapkan praktik pembersihan yang benar di area yang berpotensi terkontaminasi, seperti membasahi area sebelum dibersihkan dan menghindari menyapu kering atau menggunakan penyedot debu terhadap kotoran tikus.

Kebiasaan mencuci tangan secara rutin juga menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah penularan.

Dokter lapas dalam keterangannya menyampaikan,

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh warga binaan dapat lebih waspada dan memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan penyakit, khususnya yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti Hantavirus”, himbau Tri.

Deli Serdang Penuhi Target Kick Off Pelayanan KB Serentak Harganas 2026

Sementara itu Kasi Binadik & Giatja menambahkan, Kegiatan ini merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam menjaga kesehatan seluruh warga binaan. Kami menekankan pentingnya kebersihan lingkungan dan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit, termasuk yang berasal dari hewan pengerat seperti Hantavirus.

“Diharapkan melalui sosialisasi ini, seluruh warga binaan dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara konsisten”, ucap Bastian.

Melalui kegiatan ini, Lapas Lubuk Pakam terus berupaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan terbebas dari risiko penyakit menular, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.

(R15/TP)