Plt. Kadis Damkar Deli Serdang Sebut Dirinya Jadi Target Serangan Terstruktur oleh Oknum Tertentu, Siapkan Langkah Hukum dan Tegaskan Tidak Pernah Terlibat Penggerebekan Maupun Pemotongan Dana Tenaga Honor
Deli Serdang | TambunPos.com — Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Deli Serdang, Anwar S. Siregar, secara resmi mengeluarkan klarifikasi dan bantahan atas sejumlah tuduhan yang mencuat di ruang publik dalam tiga hari terakhir. Ia menyebut tuduhan-tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan bagian dari serangan sistematis untuk menjatuhkan dirinya sebagai pejabat publik muda.
Dalam surat terbukanya kepada insan pers,(12/7/25), Anwar mengaku menulis pernyataan tersebut dalam kondisi tekanan psikologis karena isu-isu yang beredar telah mencemarkan nama baiknya dan merusak keharmonisan keluarganya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang masih menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan melakukan konfirmasi kepada saya sebelum menerbitkan berita. Namun, saya perlu meluruskan informasi yang telah digoreng oleh oknum tertentu untuk menggiring opini publik,” tulis Anwar.
Anwar membeberkan empat isu utama yang menurutnya telah didesain dan disebarkan secara sistematis:
Baca Juga: DLH Deli Serdang: Tidak Ada Upeti, Kami Tinjau Lokasi dan Keluarkan Rekomendasi
1. Isu Pungli Rp5 Juta kepada Pemilik Gudang Terbakar
Anwar membantah keras tuduhan bahwa dirinya melakukan pungutan liar kepada pemilik gudang yang mengalami musibah kebakaran. Ia bahkan sudah memberikan hak jawab kepada media yang pertama kali memberitakan, namun hingga kini belum ditayangkan.
2. Isu Demonstrasi Mahasiswa Terkait Dugaan Korupsi Tahun 2019
Menurut Anwar, demonstrasi mahasiswa yang kembali diungkit itu adalah peristiwa lama yang tidak pernah berujung pada proses hukum. “Itu hanya tuduhan dari kelompok mahasiswa tanpa bukti, dan kejadiannya sudah lima tahun lalu,” tegasnya.
3. Isu Pemotongan Honor dan Dana Perawatan Mobil Damkar
Terkait tudingan bahwa dirinya memotong honor tenaga kontrak dan memakan dana pemeliharaan mobil damkar, Anwar menjelaskan bahwa dirinya baru ditunjuk sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekitar satu bulan lalu. “Saya belum punya kewenangan penuh atas anggaran. Tidak pernah ada pemotongan gaji, silakan konfirmasi ke para tenaga honor,” ujarnya.
4. Isu Skandal Penggerebekan bersama ASN
isu penggerebekan yang mengaitkan dirinya dengan seorang ASN berinisial VS disebut sebagai tuduhan yang sangat tidak berdasar. Ia menegaskan tidak pernah terjadi penggerebekan di rumah dinas, mobil dinas, ataupun kafe, sebagaimana rumor yang beredar. “Isu itu liar dan tidak bisa diverifikasi. Bahkan saya dikabarkan digerebek pada Jumat, 4 Juli lalu, padahal tidak ada peristiwa apapun dan saya dalam keadaan baik bersama keluarga,” ucap Anwar.
Baca Juga: Tanggapi Cepat Dugaan Pelecehan, Imigrasi Medan Tindaklanjuti Secara Profesional dan Transparan
Baca Juga: Ketua SPSI PKS PT AIP Diduga Tak Transparan: Anggota Tak Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan
Anwar juga mengungkap bahwa beredar video rekayasa berisi percakapan yang mencoba memaksa dirinya mengakui tuduhan yang tidak benar. Hal ini semakin menguatkan keyakinannya bahwa ada skenario terstruktur untuk menjatuhkan dirinya.
“Saya menduga kuat ini adalah serangan politik dari oknum tertentu yang tidak senang saya dipercaya memimpin di usia muda. Saat ini saya sedang menyiapkan tim hukum untuk mengambil langkah tegas,” katanya.
Sebagai bentuk perlawanan atas kampanye hitam terhadap dirinya, Anwar menyatakan sedang menyiapkan langkah hukum terhadap oknum yang menyebarkan informasi palsu dan mencemarkan nama baiknya.
Ia juga mengajak rekan-rekan media agar senantiasa melakukan konfirmasi dan verifikasi sebelum menayangkan berita, agar tidak menjadi bagian dari penyebar fitnah dan kerusakan nama baik seseorang.
“Saya percaya kebenaran akan menemukan jalannya. Terima kasih kepada media yang telah memberi ruang bagi saya untuk menyampaikan hak jawab dan meluruskan informasi yang berkembang,” pungkas Anwar S. Siregar.




