
Foto Jamban Yang Belum Di Pergunakan dan Plafon Ruangan Kelas VII-7
Asahan-Tambunpos.com
Devisi Investigasi DPP LIMK berkunjung ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kisaran yang berada di Kelurahan Dadimulyo Kecamatan Kota Kisaran Barat,Sabtu 10/09/2023 sekira jam 10.30 Wib.
Ahmad Afrijal Simargolang dan rekan mengatakan kepada awak media maksud kedatangan mereka ke SMPN 4 Kisaran karena melihat berita streaming dari salah satu media tentang sekolah sehat,maka kami mau melihat sekolah bagaimana yang dikatakan sehat,karena banyak kabar kalau SMPN 4 Kisaran ini banyak terdapat bangunan yang di sia-sia kan,ucap Afrijal.
Selanjutnya,setelah sampai di SMPN 4 Kisaran Tim investigasi DPP LIMK menuju Piket Sekolah dan mengisi buku tamu,lalu kami menanyakan kepala sekolah H.Bambang Hermoyo,S.Pd,M.Pd tapi guru piket mengatakan kalau kepala sekolah sedang di Dinas Pendidikan karena ada acara disana dan kemudian Tim Investigasi DPP LIMK minta ijin untuk melihat-lihat.
Di sana kami melihat Jamban yang di bangun pada tahun 2022 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak pernah digunakan dan airnya pun tidak jalan,tampak pintu kamar mandi di gembok dan rumput tumbuh di lantai. Seorang siswa yang ditanyai mengatakan kalau toilet belum pernah digunakan dan airnya pun belum ada Om,ucap siswa.
Kemudian Tim Investigasi DPP LIMK melihat bangunan ruang kelas VII-7 yang diresmikan tahun 2017 lalu sangat memperihatinkan sebab kelas tersebut tidak memakai asbes.
Afrijal Devisi Investigasi DPP LIMK lalu bertanya kepada seorang siswa apa kalian nyaman belajar di dalam”tidak om,sebab kalau siang hari kami didalam seperti di panggang dan jika hari hujan terdengar suara berisik,jadi bagaimana kami bisa nyaman belajar” ucap siswa.
Kepala sekolah yang mau di konfirmasi tidak berada di tempat menurut keterangan guru disana Kepsek sedang di dinas,kemudian satpam menelpon Ketua Komite dan menyampaikan pesan dari Ketua Komite kalau plafon yang runtuh itu akan di perbaiki karena sudah di buat proposalnya,ucap satpam.
Tapi di perjalanan pulang Devisi Investigasi DPP LIMK bertemu dengan Komite SMPN 4 Kisaran Legimin dan Afrijal menanyakan kenapa toilet yang sudah selesai tidak digunakan bang dan ruangan kelas VII-7 plafonnya kemana.
Legimin berkata kalau jamban belum di resmikan dan buat apa banyak-banyak toilet,kalau ruangan kelas VII-7 itu sebentar lagi di perbaiki karena kami sudah mengajukan proposal,jelas Ketua Komite SMPN 4 Kisaran Legimin.
Tim Devisi Investigasi DPP LIMK menduga Kepala Sekolah H.Bambang Hermoyo,S.Pd,M.Pd dan Ketua Komite SMPN 4 Kisaran Legimin sengaja membiarkan keadaan ruang kelas VII-7 dan Menduga kalau Jamban yang baru dibangun itu belum selesai tetapi dananya sudah habis.
Tim/TP







