Scroll Untuk Baca Artikel
Nasional

BPAN Kunjungi Lokasi Tanah Longsor Grobogan, Komitmen Bantu Upaya Relokasi Masyarakat

×

BPAN Kunjungi Lokasi Tanah Longsor Grobogan, Komitmen Bantu Upaya Relokasi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Foto : Perwakilan Badan Peneliti Aset Negara (BPAN) Budi Santoso

GROBOGAN |TambunPos.Com – Desa Kunde, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Budi Santoso selaku perwakilan Badan Peneliti Aset Negara (BPAN) melakukan kunjungan langsung ke lokasi masyarakat terdampak bencana alam tanah longsor pada Senin (12/1/2026). Di lapangan, BPAN berkomitmen untuk berupaya semaksimal mungkin dalam mendukung upaya relokasi bagi warga yang terkena dampak.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam kesempatan tersebut, Budi Santoso ditemani oleh tokoh masyarakat dan pemimpin lokal setempat, yaitu Pak Noli sebagai RW serta Bapak Agus yang menjabat sebagai Lurah. Kedua tokoh tersebut turut membantu dalam mengidentifikasi kondisi terkini warga terdampak dan kebutuhan utama yang diperlukan dalam proses relokasi.

“Kami dari BPAN berharap bahwa suara rakyat yang terdampak bencana ini dapat segera terdengar oleh pemerintah Pusat,” ujar Budi Santoso pada akhir kunjungan.

“Bapak Agus, Kepala Kelurahan Kuden, didampingi jajaran RT setempat dan Babinsa, menyampaikan antusiasmenya dalam membantu warga terdampak tanah longsor untuk merelokasi. Menurutnya, kasus ini merupakan masalah kemanusiaan yang perlu mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak.

“Kami sangat antusias dan siap membantu warga terdampak. Keadaan seperti ini memang harus benar-benar dibantu dan ditolong. Kami berharap bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Grobogan maupun pihak terkait di Semarang untuk mengatur dan menyediakan dukungan yang diperlukan,” ujar Bapak Agus.

Dilanjutkannya, terdapat 4 orang warga terdampak yang perlu mendapatkan penanganan terbaik agar kondisi RT tetap terjaga dengan baik dan proses relokasi dapat berjalan lancar.

Peristiwa tanah longsor tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak tanggal 25 Mei lalu, dimana pada saat itu sudah dilakukan pelaporan ke pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). BPBD kemudian melaporkan kasus ini ke pihak terkait di Semarang, dan pada tanggal 30 Mei juga dilakukan pelaporan kembali ke BPBD serta langsung ke Bupati Grobogan, yang kemudian memberikan bantuan awal.

“Yang penting adalah penanganan yang tepat. Bersama Pak Erik, kami melihat bagaimana bantuan yang layak bisa diberikan oleh pihak BPBD dan Dinas Sosial untuk membantu warga terdampak dengan sebaik-baiknya,” tutup Bapak Agus.

(HR/TP)