Scroll Untuk Baca Artikel
BencanaMusibahPeristiwa

BREAKING NEWS!!! Fenomena Air Pasang “Perdani” Rendam Empat Dusun di Desa Rantau Panjang Pantai Labu

×

BREAKING NEWS!!! Fenomena Air Pasang “Perdani” Rendam Empat Dusun di Desa Rantau Panjang Pantai Labu

Sebarkan artikel ini

Reporter: Rendi Adhiyaksa

Air Pasang Perdani
Foto: Rumah dan Pekarangan Warga Terdampak Air Pasang Perdani

Pantai Labu | TambunPos.com – Fenomena air pasang atau pasang perdani kembali melanda wilayah pesisir Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang pada senin (28/4/25). Kali ini, air pasang menyebabkan genangan banjir di empat dusun sekaligus di Desa Rantau Panjang, yakni Dusun I, II, III, dan IV.

Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air merendam pekarangan rumah warga, jalan lingkungan, hingga sebagian ruang dalam rumah. Sampah-sampah juga terlihat menumpuk di beberapa titik akibat arus air yang membawa material dari berbagai arah.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Baca Juga: Medan Bergejolak: Guntur Marbun Lawan Perampasan Hak dan Penghinaan Keluarga

Baca Juga: Melalui SADOKU, Lima Warga Disabilitas dan Lansia di Deli Serdang Dapatkan Layanan Jemput Bola

Air Pasang Perdani
Foto: Syafrizal (35) Warga Dusun IV Desa Rantau Panjang Kecamatan Pantai Labu

Syafrizal (35), warga Dusun IV Desa Rantau Panjang, mengatakan fenomena pasang ini sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

“Air mulai naik siang hingga sore, bahkan malam hari tetap tinggi. Kalau dibiarkan, bisa merusak rumah dan membahayakan kesehatan,” ujar Syafrizal saat ditemui TambunPos.com di lokasi.

Fenomena air pasang ini memang sudah menjadi kejadian musiman di wilayah pesisir Pantai Labu, namun kali ini dirasakan lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menanggapi hal ini, Reza, Bendahara Desa Rantau Panjang, membenarkan bahwa pihak desa sudah mengetahui kondisi tersebut dan telah mengambil langkah darurat.

“Ya, saya mengetahui fenomena ini. Untuk sementara, kami sudah melakukan normalisasi parit. Tahun ini, kami juga akan melaksanakan normalisasi sungai,” ujar Reza.

Sebagai bentuk antisipasi jangka panjang, Pemerintah Desa Rantau Panjang juga telah mengajukan proposal pembuatan TPT (Tembok Penahan Tanah) di sepanjang sungai desa.

“Kami sudah membuatkan proposal untuk kegiatan pembangunan TPT di seluruh wilayah sungai Desa Rantau Panjang, agar bisa mengurangi risiko banjir akibat pasang air laut,” tambahnya.

Namun, Reza mengakui bahwa hingga saat ini belum ada bantuan langsung dari pemerintah desa untuk masyarakat yang terdampak banjir air pasang tersebut.

Fenomena pasang ini mengingatkan perlunya perencanaan infrastruktur lingkungan pesisir yang lebih kuat. Diharapkan, program normalisasi sungai dan pembangunan TPT yang diusulkan bisa segera direalisasikan agar warga tidak lagi menjadi korban genangan air pasang di masa mendatang.

(RD | TP)