Foto : Lapas Lubuk Pakam melaksanakan Deteksi Dini Penyakit Menular , Lakukan Screening TB, HIV / AIDS Bagi Warga Binaan
Lubuk Pakam I TambunPos.com
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kanwil Sumatera Utara Lakukan Screening TB, HIV / AIDS Bagi Warga Binaan Pada Kamis (19/06/2025).
Lapas Kelas IIB Lubuk Pakam terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan menggelar kegiatan Skrining Massal TBC, HIV, serta pengobatan dan cek kesehatan gratis. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Terbuka Lapas Lubuk Pakam ini bekerja sama dengan 6 (enam) puskesmas yaitu Puskesmas pagar merbau, Puskesmas tg. Morawa, Puskesma saras merbau, Puskesmas pagar jati, puskesmas batang kuis dan Puskesmas daluh 10. Kegiatan ini terlaksana selama 2 (dua) hari ini dimulai pada Rabu, 18 Juni sampai Kamis, 19 Juni 2025.
Baca juga : https://tambunpos.com/kpai-minta-polisi-percepat-proses-kasus-dugaan-pelecehan-siswa-di-deli-serdang/
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular di lingkungan Lapas Lubuk Pakam, yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit menular karena faktor kepadatan dan interaksi yang intens di dalam lapas. Sebanyak lebih kurang 1300 warga binaan mengikuti skrinning yang meliputi pemeriksaan dahak, rapid test HIV, serta konsultasi kesehatan umum. Petugas kesehatan juga memberikan penyuluhan terkait pola hidup bersih dan sehat di dalam lingkungan Lapas.
Kalapas Lubuk Pakam, Hakim Sanjaya menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor ini. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mendeteksi penyakit secara dini, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap hak-hak kesehatan warga binaan, sejalan dengan prinsip pemasyarakatan yang menjunjung tinggi kemanusiaan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada enam Puskesmas yang telah turut serta dalam kegiatan ini. Melalui skrinning dan pengobatan massal ini, kami berharap kondisi kesehatan warga binaan tetap terjaga dan potensi penyebaran penyakit dapat ditekan secara maksimal,” ujar Hakim.
(R15/TP)




