JAKARTA | TambunPos.com – Dugaan Korupsi bersarang di Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, dan sudah menjadi mesin cetak uang untuk memperkaya diri.
Saat ditemui Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Dwi Saridati Ponangseaa, S.P., MAP, enggan dikonfirmasi dan selalu menghindar kepada media dan LSM.
Kuat dugaan, bahwa takut akan terbongkarnya terkait adanya korupsi diruang lingkup kinerja Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jaktim pada sejumlah proyek yang diselenggarakan di T.A 2025.
Dwi Saridati Ponangseaa, S.P., MAP, selalu mengelak untuk dikonfirmasi wartawan maupun Lsm terkait penyerapan anggaran yang terindikasi berbau korupsi. “Dengan segudang alasan menghindar dan perintahkan staff dan satpam untuk berbohong”.
“Ibu sedang kelapangan, ibu sedang rapat di Dinas, ibu sedang giat Jumat tanam,” kata para staf saat berulangkali ditemui wartawan.
Menurut informasi ada tiga paket proyek Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, di Indikasi dikerjakan tidak sesuai spesifikasi dan diduga berdampak pada kerugian Negara yang bersumber dari APBD DKI T.A 2025.
M. Syahroni Kordinator Hukum dan Investasi LSM/NGO Jaring Pelaksana Antisipasi Keaman (Jalak) menjelaskan, Dua dari tiga paket proyek tersebut diantaranya di Jalan Pemuda Rawamangun Kecamatan Pulogadung, dan satu paket lagi berada di wilayah Kecamatan Jatinegara, katanya.
M. Syahroni menambahkan, untuk proyek yang ditaman Viaduckt Jatinegara menurut pengamatan kami, bahwa pelaksanaan lapangan tidak di awasi dengan ketat, sehingga dalam analisa didua kegiatan tidak sesuai spesifikasi teknis dan pelaksana proyek dari CV. Hanytech Jaya Makmur diduga tidak menyelesaikan pekerjaan susai dengan kontrak, ucapnya, seperti dikutip
kabaronenews.com
Dari data dan hasil penelusuran
Pekerjaan pasangan kloset duduk, ex, Toto CW630J termasuk Pipa PVC tipe AW ada tiga item anggran, namun di lokasi hanya terpasang 1 vcs. Pembuatan Sumur Bor dan pompa air jet pompa kedalaman sampak 4 meter termasuk instalasi pipa 3/4 s.d 4 inch, namun kuat dugaan tidak sesuai spek yang sudah ditentukan.
Salah satunya mesin Jet Pump yang baru dibeli sudah rusak, pekerjaan Meja Beton K-225 (P. 2200cm L. 60 cm), termasuk pembesian Wiremesh M6 – 150 mm diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi dan volume.
“Pekerjaan pembuatan diding bata merah tebal 1/2 Batu 1 pc : 4 pc dikerjakan tidak sesuai spesifikasi bahkan pekerjaan pasangan wastafel, ex, toto LW950 CJ diduga lebih mahal dari harga pasar. Selain itu, Pekerjaan instalasi Lampu Dowunlight LED 14,5 Watt, 4inch ex. Philips termasuk armatur diduga dikerjakan setengah (piktif) bahwa pantauan lapangan tidak ditemukan ada terpasang, dan pekerjaan Beton K225 dan pembesian dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.”
Temuan dan hasil investigasi Tim lembaga kami, sudah dilaporkan ke Kasudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur pada tanggal 18/12/2025, jelasnya kepada wartawan.
Mencermati informasi tersebut, sudah berulangkali Tambunpos.com berusaha mengkonfirmasi langsung kepada Kasudin Pertamanan dan Hutan Kota, Jakarta namun Nihil.
(Ranto Manullang/TP)




