Ket foto : Netizen Tuntut Efek Jera, Polres Lingga Diminta Usut Dugaan Janji Lulus Polri
LINGGA I TambunPos.com – Kasus dugaan penipuan janji meluluskan seleksi anggota Polri di Kabupaten Lingga kini menjadi sorotan publik, terutama di media sosial. Netizen menuntut agar Polres Lingga menuntaskan penyidikan secara tuntas dan transparan, agar kasus ini tidak merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Sejumlah akun menyoroti dugaan aliran dana puluhan juta rupiah yang diberikan pelapor kepada terlapor. Salah satu akun menulis:
”Ini harus diusut tuntas dan berharap Polres Lingga segera mengambil langkah tegas demi nama baik institusi Polri dan kepercayaan masyarakat kepada institusi ini. Masalah ini sudah menjadi isu liar dan ‘kegaduhan’ di masyarakat Lingga dan sekitarnya. Kami khawatir jika tidak diusut secara transparan dan tuntas, akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum, khususnya kasus semacam ini. Bravo.” Ini terpantau pagi ini oleh Media Tambunpos.com Sabtu (10/1/2026)
Netizen lain menekankan pentingnya bagi pihak Kepolisian untuk memberikan efek jera :
”Itu dia ketua, harus tegas, dan menjadi efek jera.”
Komentar-komentar tersebut mencerminkan kekhawatiran masyarakat terkait integritas proses rekrutmen Polri dan tekanan agar penyelidikan dilakukan secara terbuka dan profesional.
Meski sorotan publik kencang, Polres Lingga menegaskan penyidikan tetap berjalan. Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan alat bukti dan barang bukti, termasuk dua lembar tangkapan layar transfer bank senilai Rp10 juta dan Rp50 juta.
”Benar, laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penanganan,” kata AKBP Pahala, Kamis 8 Januari 2026, kemaren.
Terlapor, berinisial Z, sebelumnya menyatakan bahwa kasus telah diselesaikan secara kekeluargaan dan seluruh uang telah dikembalikan. Z juga membantah pernah menjanjikan kelulusan seleksi Polri.
Dengan tekanan publik yang kuat, kasus ini menjadi sorotan terkait praktik dugaan penipuan berkedok kelulusan institusi negara. Kepolisian menegaskan proses rekrutmen Polri dilakukan secara transparan, objektif, dan tanpa biaya.
Publik berharap penyidikan dilakukan secara tuntas dan terbuka, sehingga kasus ini tidak menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum dan sekaligus menjadi efek jera bagi pihak yang mencoba memanfaatkan janji kelulusan untuk keuntungan pribadi.(JT/TP)




