Tambunpos.com | Tanjung Ledong, Labura
Gelombang sorotan terhadap dugaan penyimpangan di lingkungan BRI Branch Office (BO) Tanjung Balai kembali memanas. Kali ini, perhatian tertuju ke BRI Unit Tanjung Ledong setelah muncul dugaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tidak dinikmati oleh pemilik nama dalam dokumen pinjaman. Senin (21/9/26).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tambunpos.com, dugaan tersebut tidak berhenti pada satu rekening. Lebih dari 10 rekening KUR diduga bermasalah dengan nilai keseluruhan sekitar Rp1,2 miliar.
Temuan ini memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas pengawasan internal dalam proses penyaluran KUR. Nama Dipakai, Dana Diduga Dinikmati Pihak Lain
Salah seorang warga yang identitasnya dirahasiakan mengaku kepada Tambunpos.com bahwa namanya digunakan dalam pengajuan KUR sebesar Rp50 juta dengan skema enam bulan sekali lunas.
Menurut pengakuannya, dana pinjaman tersebut diduga dikuasai oleh seorang oknum kepala desa, sedangkan dirinya hanya menerima Rp2 juta.
“Saya hanya menerima Rp2 juta, tetapi sekarang malah ditagih angsuran atas nama saya,” ungkapnya.
Apabila dugaan tersebut benar, maka muncul pertanyaan bagaimana proses verifikasi dapat meloloskan pinjaman tersebut. Dalam mekanisme penyaluran KUR, petugas pramakarsa (mantri) melakukan survei lapangan untuk memastikan usaha benar-benar ada, sementara Kepala Unit melakukan validasi sebelum kredit diputuskan.
Nasabah Mengeluh, Penagihan Tetap Berjalan
Tambunpos.com juga memperoleh informasi bahwa salah satu nasabah yang diduga menjadi korban sempat menyampaikan keberatan atas penagihan angsuran. Menurut informasi yang diterima, pihak BRI menyampaikan bahwa persoalan itu akan ditindaklanjuti.
Kaunit Membantah, Pinca Belum Memberi Jawaban
Saat dimintai konfirmasi, Kepala Unit BRI Tanjung Ledong, Jhon D. Sirait, membantah adanya praktik KUR fiktif di unit yang dipimpinnya.
“Tidak ada pinjaman KUR fiktif di BRI Tanjung Ledong,” tegasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Pimpinan Cabang BRI BO Tanjung Balai, Zulkarnain Suria Amijaya, belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang disampaikan Tambunpos.com.
Rentetan Dugaan Jadi Sorotan
Perkembangan ini menambah rangkaian dugaan persoalan yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian publik terhadap BRI BO Tanjung Balai. Sebelumnya, Tambunpos.com juga telah memberitakan dugaan percaloan di BRI Unit Aek Songsongan, dugaan penyalahgunaan kendaraan operasional, hingga dugaan anomali pembengkakan biaya (Fiktif) operasional.
Rangkaian dugaan tersebut mendorong desakan agar Kantor Wilayah BRI Medan ( RCEO ) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan, audit internal, dan mekanisme pengendalian di seluruh unit kerja di bawah pembinaan BO Tanjung Balai agar setiap dugaan pelanggaran diperiksa sesuai ketentuan yang berlaku.
(RED)




