Foto: Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Raphael Sandhy Cahya Priambodo (kiri).
Deli Serdang | Tambunpos.com – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Kapolda hingga Kapolres, untuk merespons cepat setiap aduan masyarakat sebelum viral di media sosial. Instruksi ini disampaikan dalam Rapat Pimpinan Polri di Jakarta, Jumat (31/1/25).
Namun, di wilayah hukum Polresta Deli Serdang, instruksi Kapolri tersebut tampaknya belum berjalan dengan maksimal.
Sejumlah praktik bisnis ilegal, seperti perjudian, tambang ilegal dan perdagangan ilegal, diduga masih beroperasi secara terang-terangan di Deli Serdang. Beberapa di antaranya yang menjadi sorotan publik meliputi:
• Perjudian togel bendera dengan berbagai merek, seperti TK/MD (Opung), Nenggo 99 (Nainggolan), serta Lumban dan STM.
• Tambang ilegal di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir.
• Peredaran rokok ilegal yang menjangkau hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Deli Serdang.
• Kosmetik ilegal yang dijual bebas tanpa pengawasan.
Fenomena ini pun ramai dibahas oleh warganet di media sosial. Sejumlah komentar dari akun tiktok redaksi Tambunpos mencerminkan kekecewaan warga terhadap kinerja kepolisian:
• @sadboy: “Setoran yang tak terhingga.”
• @herber: “Nggak ditanggapi, takut hilang setoran dan upetinya.”
• @sunardi: “Polres tak berani berantas togel merek Nainggolan.”
• @BERE: “Polresta Deli Serdang nggak punya nyali menindak judi di Lubuk Pakam, Beringin, dan Pantai Labu yang diduga milik Opung.”
Lebih mencengangkan lagi, kinerja penegak hukum di polresta deliserdang beberapa waktu lalu juga mendapat sorotan dari aktivis pelajar muhammadiyah sumatera utara lukman hakim tanjung.
Ditegaskan lukman hakim tanjung, saya perwakilan dari pelajar terkhusus muhammadiyah sangat resah karena hal ini dapat merusak masa depan generasi anak bangsa.
Begitupun saat disoal awak media ini kepada kapolresta deliserdang kombes pol raphael sandhy cahya priambodo terkait aktifitas bisinis ilegal tersebut dengan mengirimkan bukti tempat dan gambar, kapolresta deliserdang belum berkomentar alias bungkam.
Dengan maraknya bisnis ilegal perjudian, rokok dan komestik ini, masyarakat menduga Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Raphael Sandhy Cahya Priambodo telah merestui praktik-praktik ilegal yang telah meresahkan warga tersebut
Publik menunggu apakah Polresta Deli Serdang akan bertindak sesuai instruksi Kapolri, atau justru membiarkan praktik ilegal ini terus berlangsung tanpa penindakan yang jelas.
(ET/TP)




