Ket foto : GOR Kemakmuran.
JAKARTA | TambunPos.com – Proyek GOR Kemakmuran tidak dikerjakan hingga akhir Tahun Anggaran 2025, ada apa?
Ketua Umum LSM Sentra Informasi Rakyat Membangun (SIRAM) melalui siaran persnya kepada media tambunpos.com Pembangunan GOR Kemakmuran (Pelaksanaan Konstruksi) terletak di Jl. K.H Hasyim Ashari, Petojo Utara, Jakarta Pusat tidak dikerjakan hingga menjelang berakhir tahun anggaran 2025, katanya.
“Sementara kegiatan Pembangunan GOR Kemakmuran sudah diumumkan pemenangnya tanggal 2 Mei 2025 dengan Berita Acara Nomor: 629/PN.01.01”
Pemantauan di lokasi tidak ada sama sekali pekerjaan, bahkan bahan bangunan pun tidak ada. Ironinya, bangunan lama tidak dibongkar sama sekali, jelas Herry, Rabu, (19/11/2025)
“GOR Kemakmuran terpantau dilapangan tidak dikerjakan,” Sejak awal dicurigai sekitar Bulan April, proses tender paket Pembangunan GOR Kemakmuran ini sarat masalah. Diantaranya penyedia barang/jasa (perusahaan) penawar terendah tidak PT. Suboto International Contractor dan tidak dievaluasi.
Anehnya yang dievaluasi PT. Andyka Bangun Nusantara yang tidak memasukkan harga penawaran yang dievaluasi kualifikasi, terang Herry saat ditemui di Polda Metro Jaya.
Tambah mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini, keanehan lainnya, 7 dari 8 perusahaan yang memasukkan harga penawaran dari 145 perusahaan yang mengikuti tender Pembangunan GOR Kemakmuran dikalahkan, hanya masalah urutan item pekerjaan File Cap dan item pekerjaan Facade, terangnya
Herry juga menjelaskan lebih detail, Selain itu diduga belum seluruhnya dilakukan pembebasan lahan.
Sekalipun indikasi kerugian keuangan negara/daerah tidak besar, namun sudah terjadi kesalahan pelaksanaan tender. Selain kerugian pembiayaan tender juga kerugian yang dialami oleh penyedia barang/jasa terkait biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi syarat-syarat kualifikasi teknis dan surat dukungan. Belum lagi biaya untuk membayar jasa pembuatan harga penawaran dan material, paparnya
Serta rasa kecewanya penyedia barang/jasa yang memasukkan harga penawaran, tandas Herry.
Kejadian gagalnya pengerjaan Pembangunan GOR Kemakmuran dgn HPS Rp75 Miliar lebih tersebut terulang kembali. Tahun lalu pun proyek Pembangunan GOR Wilayah Jakarta Selatan dan Pembangunan GOR Wilayah Jakarta Barat bernilai ratusan miliar rupiah pun gagal dilaksanakan. Sementara jauh hari sudah ada penetapan nama perusahaan pemenang.
Kata Herry, Pembangunan GOR sudah berulangkali terjadi kegagalan pelaksanaan.
Oleh karenanya dihimbau Gubernur DKI Jakarta harus tegas melakukan evaluasi kinerja Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta terutama kinerja Kabid Sarana dan Prasarana, FH, ” tutup Herry.
Sumber : Herry Edison
(RM)




