Scroll Untuk Baca Artikel
EdukasiPendidikan

PD GAMI Deli Serdang Jalin Sinergi Budaya dengan MTsN 2: Sekolah Agama Harus Jadi Benteng Pelestarian Budaya Melayu

×

PD GAMI Deli Serdang Jalin Sinergi Budaya dengan MTsN 2: Sekolah Agama Harus Jadi Benteng Pelestarian Budaya Melayu

Sebarkan artikel ini
PD GAMI Deli Serdang
Rombongan PD GAMI Deli Serdang melakukan kunjungan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Deli Serdang, (Doc:TambunPos.com)

Lubuk Pakam | TambunPos.com — Upaya pelestarian budaya Melayu di Kabupaten Deli Serdang terus digelorakan oleh Pengurus Daerah Generasi Muda Melayu (PD GAMI) Deli Serdang. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membangun komunikasi dan silaturahmi dengan institusi pendidikan berbasis agama, sebagai tempat yang dipercaya masyarakat Melayu dalam mempercayakan pendidikan generasi penerus.

Senin,(28/7/25), PD GAMI Deli Serdang melakukan kunjungan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Deli Serdang, untuk menjalin sinergi dalam penguatan nilai-nilai budaya Melayu di lingkungan pendidikan. Rombongan PD GAMI Deli Serdang dipimpin oleh Sekretaris PD GAMI, OK. Alamsyah Putra, S.Pd, didampingi oleh Wakil Sekretaris, Bachreindi Z. Adhiyaksa, dan Ketua PC GAMI Tanjung Morawa, Ahmad Ramadhan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Baca Juga: Bupati Gunungkidul Tegaskan Pentingnya Pengayaan Budaya Lokal: “Jangan Sampai Budaya Kita Terkikis Arus Globalisasi”

Baca Juga: Operasi Patuh Progo 2025 Resmi Berakhir, Pelanggaran Lalu Lintas Turun 5 Persen

Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala MTsN 2 Deli Serdang, Hasnan Nasrun, S.Pd., M.Si, dalam suasana penuh kekeluargaan dan keakraban. Hubungan ini bukan semata hubungan kelembagaan, melainkan juga dibingkai oleh ikatan emosional dan historis yang kuat antara Alamsyah dan Hasnan. Keduanya merupakan alumni dari almamater yang sama dan pernah aktif berhimpun dalam organisasi kemahasiswaan Islam. Semangat pengabdian yang pernah mereka bangun bersama di kampus, kini tumbuh kembali dalam bentuk kerja nyata dari sisi tokoh budaya dan akademisi untuk kemajuan umat, pendidikan, dan budaya.

“Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan formal. Ini bentuk rasa hormat dan cinta kami terhadap dunia pendidikan, khususnya lembaga seperti MTsN 2 yang selama ini menjadi tempat masyarakat Melayu banyak mempercayakan masa depan anak-anak mereka disini,” ujar Alamsyah.

Dalam pertemuan itu, PD GAMI Deli Serdang menyampaikan beberapa gagasan konkret untuk penguatan budaya Melayu di lingkungan sekolah, di antaranya: Pentas seni budaya Melayu, Lomba berbalas pantun antar pelajar, Pelatihan tari tradisional Melayu, Kelas literasi budaya melalui kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler.

Baca Juga: Seorang Wiraswasta di Berastagi, Ditangkap di Kamar Kos Diduga Simpan Sabu 

Kepala Sekolah, Hasnan Nasrun, menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan kesiapan MTsN 2 menjadi bagian dari gerakan pelestarian budaya Melayu.

“Banyak anak-anak melayu yang bersekolah di Madrasah ini. Dan kami tidak hanya mencetak siswa yang taat secara agama, tapi juga berkarakter dan memahami jati dirinya sebagai bagian dari masyarakat Melayu yang luhur dan beradab,” ujar Hasnan.

Ketua PD GAMI Deli Serdang, Tengku Sofyan Abdulillah, S.E., yang menyandang Darjah Kebesaran Tengku Setia Laksamana Muda Negeri Kejeruan Metar Bilad Deli, serta merupakan Anggota DPRD Deli Serdang dari Fraksi Gabungan PPBI, turut menyampaikan dukungannya atas kerja sama ini. Meskipun berhalangan hadir secara langsung, arahannya sangat jelas: pendidikan dan budaya adalah dua pilar penting dalam menjaga marwah Melayu.

Baca Juga: Diduga Ilegal, Aliansi Masyarakat Tallo Geram, Geruduk Gudang PT Browcyl

Ahmad Ramadhan, Ketua PC GAMI Tanjung Morawa, menambahkan bahwa MTsN 2 bukan hanya sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga representasi kepercayaan masyarakat Melayu terhadap sistem pendidikan berbasis agama.

“Melalui kolaborasi ini, kita ingin menegaskan bahwa MTsN 2 adalah bagian dari harga diri masyarakat Melayu. Sudah sepantasnya kita jaga, kita dukung, dan kita perkuat bersama-sama,” tegas Ahmad.

Wakil Sekretaris PD GAMI, Bachreindi Z. Adhiyaksa, juga menggarisbawahi pentingnya mendampingi lembaga pendidikan seperti MTsN 2 dari segala bentuk tekanan, tuduhan, atau upaya destruktif.

“Madrasah ini punya sejarah panjang, punya dedikasi tinggi, dan punya hubungan kuat dengan masyarakat khususnya bangsa Melayu. Jadi, kalau ada yang coba macam-macam, kami tidak tinggal diam. Kami berdiri di sini untuk menjaga mereka, karena ini bukan sekadar sekolah, ini rumah besar bagi anak-anak Melayu kita,” tegas Bachreindi.

PD GAMI Deli Serdang berharap kerja sama ini bukan hanya menghasilkan kegiatan sesaat, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan semua unsur pendidik, pelajar, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga jati diri budaya Melayu di tengah arus globalisasi.

Baca Juga: Penemuan Mayat Bayi di Komplek Konen, Polres Tanah Karo Lakukan Penyelidikan Intensif

Silaturahmi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membentuk tim kerja yang akan menindaklanjuti program-program budaya Melayu yang relevan dan aplikatif di lingkungan madrasah dan sekolah-sekolah lainnya.

 

catatan redaksi: “Melayu secara luas bukan hanya sekadar identitas etnis atau budaya, melainkan merupakan sebuah peradaban besar yang berakar kuat pada nilai-nilai Islam. Syahadat menjadi simpul pengikat utama dalam membentuk jati diri bangsa Melayu, menjadikannya bukan hanya komunitas kultural, tapi juga umat yang menjunjung tinggi tauhid dan adab. Dalam konteks ini, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) seperti MTsN 2 Deli Serdang, memainkan peran strategis dan fundamental sebagai garda terdepan dalam menjaga, membina, dan melestarikan peradaban Melayu-Islami. Sebagai lembaga pendidikan Islam, MTsN tidak hanya mendidik secara akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman dan kemelayuan sejak dini kepada generasi muda. Ini adalah upaya nyata dalam merawat warisan sejarah, meneguhkan identitas, serta membentengi anak-anak kita dari arus globalisasi yang berpotensi menggerus akar budaya dan nilai luhur yang telah diwariskan oleh para leluhur.”