Ket foto : Kantor Pemkab Tanah Karo.
Tanah Karo I TambunPos.com –
Pemerintah kabupaten ( Pemkab ) Karo saat ini sedang gencar-gencarnya menertibkan pedagang kaki lima ( PKL) di seputaran Kecamatan Berastagi.
Masyarakat Tanah Karo diberbagai kecamatan sudah sangat resah dengan keberadaan sejumlah Oukup yang terindikasi sangat kuat menyediakan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tersebar dibeberapa Kecamatan, seperti di Kecamatan Berastagi, Kabanjahe, Tiga panah, Mardingding dan lainya.
Keresahan Masyarakat bukan tanpa alasan, sebab keberadaan rumah bordil yang berkedok Oukup sangat jelas keberadaanya, bahkan ada yang beroperasi di samping Rumah Ibadah, seperti Mesjid dan Gereja.
Misalnya saja Oukup “D” yang berada di Jalan Udara, Kelurahan Gundaling II Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo terindikasi menyediakan PSK di dalam nya dan jaraknya hanya sekitar lima meter dari Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Resort Berastagi dan tepat di Depan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Berastagi.
Demikian pula keberadaan Oukup ‘LSG’, Oukup ‘A ‘yang berada di Jalan Jamin Ginting, Desa Raya yang juga Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo sangat berdekatan dengan dengan Mesjid As Sawiyah.
Keresahan masyarakat semakin bertambah di saat ada informasi bahwa jumlah penderita Penyakit HIV/AIDS semakin meningkat di Tanah Karo, masyarakat menduga keberadaan Oukup di Karo sebagai Pemicu meningkatnya Penyakit mematikan tersebut.
Salah seorang warga Jalan Udara, Kelurahan Gundaling II, Kecamatan Berastagi, berinisial Kembaren sangat heran dengan keberadaan sejumlah Oukup di karo yang bisa beroperasi sudah sangat lama tanpa adanya tindakan dari
Dinas terkait.
Satpol PP Tanah Karo Tertibkan PKL
“Lokasinya sangat dekat dengan Gereja dan di jalan lintas tapi kenapa ya semua lancar lancar aja ? atau memang sudah ada kerja sama dengan dinas terkait, sehingga semua aman aman saja,” ujar Kembaren heran.
Kembaran menduga, Dinas terkait mungkin sudah menerima Upeti dari sejumlah pengusaha Oukup yang ada.
Lain lagi penuturan warga Desa Raya, Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo yang tidak mau namanya di sebutkan di media , menurut nya sangat mustahil bang jika Satpol PP Karo tidak mengetahui tentang keberadaan oukup tersebut.
Saya sebagai warga sungguh sangat malu, masak Oukup banyak di sekitar Desa Raya bahkan dekat Mesjid,
“Bahkan saat berselisih dengan saudara atau silih kita atau orang yang kita kenal maka kami terpaksa memalingkan muka, malu kami,” ujar warga tersebut
Warga sangat berharap agar Pemkab Karo segera menutup Oukup yang terindikasi kuat menyediakan PSK dan di sinyalir sebagai pemicu meningkatnya penyakit HIV/ AIDS di Bumi Turang.
Salah seorang pemerhati HIV/AIDS Kabupaten Karo berinisial M ,Seinulaki (43) berharap agar dinas terkait segera menindak keberadaan sejumlah Oukup di Kabupaten Karo yang diduga sebagai penyebab meningkatnya HIV/AIDS di Kabupaten Karo.
Kasatpol PP Kabupaten Pemkab Karo Jon Karnanta yang dikonfirmasi pada Senin (26/01/2026) mengatakan akan berkoordinasi dengan dinas sosial dan melakukan penyelidikan terhadap keberadaan oukup yang di kabupaten Karo.
“Belum ada laporan masuk ke kami, namun saya ucapkan terima kasih, secepatnya kami akan tindak lanjut atas laporan ini” ujar Kasatpol PP Kabupaten Karo.
(Lin/TP)





