Tanah Karo | TambunPos.com — Seorang pengusaha penyedia jasa musik hiburan dan sound system berinisial ST (39), warga Simpang Empat Kabanjahe, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, mengaku kecewa dan kesal atas janji yang tak kunjung ditepati oleh Kepala Desa (Kades) Sukarame, Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo.
ST menyebut bahwa hingga saat ini, pihak desa belum juga melunasi kekurangan pembayaran atas penyewaan peralatan musik seperti keyboard, sound system, dan alat transportasi yang digunakan dalam acara Kerja Tahun (Pesta Tahunan) Desa Sukarame yang digelar pada 14–15 Juli 2023 lalu.
Kepada kru media ini, ST mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut sudah disepakati dua tahun lalu dengan nilai kontrak sebesar Rp20 juta. Namun setelah acara selesai, dirinya hanya menerima pembayaran awal sebesar Rp8 juta. Sisa pembayaran sebesar Rp12 juta dijanjikan akan dibayarkan sesegera mungkin oleh pihak panitia yang diketuai langsung oleh Kades Sukarame, Semangat Sembiring.
Namun hingga Rabu (2/7/2025), pembayaran sisa utang tersebut tak kunjung direalisasikan. ST mengaku telah beberapa kali mencoba menagih secara baik-baik, namun hanya diberikan janji tanpa kepastian.
“Saya merasa dibohongi. Sudah dua tahun lebih saya tunggu. Janjinya mau segera dibayar, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi. Ini jelas merugikan usaha saya,” ujarnya kecewa.
Sementara itu, saat dikonfirmasi pada Sabtu (2/7/2025) sekitar pukul 11.00 WIB, Kades Sukarame, Semangat Sembiring, membenarkan bahwa pihaknya memang masih memiliki tunggakan pembayaran kepada ST.
“Memang betul, kami baru membayar Rp8 juta. Sisanya masih Rp12 juta lagi. Saya sedang berusaha melunasi, saat ini kondisi keuangan saya sedang sulit. Nanti saya tindak lanjuti,” ujar Semangat.
Namun saat ditanya mengapa dalam waktu tiga tahun lebih utang tersebut belum juga dibayar, Kades Sukarame enggan memberikan jawaban jelas dan terkesan menghindar.
Kasus ini menjadi sorotan lantaran melibatkan institusi pemerintahan desa dan menyangkut tanggung jawab moral serta komitmen kepala desa terhadap pelaku usaha lokal.
(LIN | TP)




