Scroll Untuk Baca Artikel
Daerah

Puluhan Warga Grobogan Diduga Mengalami Keracunan Usai Konsumsi MBG, Dinkes Setempat Sedang Melakukan Penyelidikan 

×

Puluhan Warga Grobogan Diduga Mengalami Keracunan Usai Konsumsi MBG, Dinkes Setempat Sedang Melakukan Penyelidikan 

Sebarkan artikel ini

GROBOGANTambunPos.Com – Puluhan Warga di Kecamatan Grobogan dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) Menyikapi kejadian tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan langsung turun tangan untuk melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab dugaan keracunan makanan tersebut.Kamis (11/12/2025).

” Tim Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan segera bergerak cepat setelah menerima laporan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Tim Dinkes masih melakukan pengecekan langsung di lapangan, baik ke lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun kepada warga yang mengalami keluhan.

Pihak berwenang memastikan tidak ada korban yang harus menjalani rawat inap; semuanya hanya rawat jalan.

Pemkab Grobogan telah melaporkan kejadian ini ke Badan Gizi Nasional (BGN). Koordinator SPPG se-Grobogan membenarkan adanya kasus tersebut dan menyatakan sedang mendalaminya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) sedang melakukan pengecekan di lokasi SPPG dan pada pasien yang dicurigai keracunan untuk memastikan sumber kejadiannya.

” Dr. Djatmiko menyatakan bahwa penyelidikan ini penting untuk memastikan penyebab keracunan, dan dugaan bahwa keracunan sepenuhnya berasal dari makanan MBG belum pasti.

Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). kesulitan dalam mendapatkan sampel makanan untuk penyelidikan karena adanya jeda waktu antara kejadian pada hari Kamis dan pelaporan atau investigasi yang baru dilakukan pada hari Sabtu.

Penyelidikan diperlukan untuk memastikan penyebab pasti keracunan, apakah berasal dari makanan yang disediakan oleh MBG, dari luar, atau sebab lainnya. Kasus keracunan yang melibatkan program MBG sendiri telah marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia, melibatkan ribuan anak sekolah sebagai korban.

Dugaan keracunan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan puluhan balita, anak-anak, dan dua orang dewasa.

” Sekda Grobogan Anang Armunanto mengonfirmasi adanya laporan dugaan keracunan yang dialami oleh puluhan balita setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu pagi.

Gejala:

Beberapa warga, termasuk anak-anak dan dua orang dewasa, mengalami mual, muntah, dan pusing.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan segera bertindak cepat setelah laporan dugaan puluhan balita keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) diterima.

Anang Armunanto memastikan kondisi para korban dan menyebutkan tidak ada yang harus menjalani rawat inap.

Dengan dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan balita di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Anang, yang merupakan perwakilan dari pihak terkait (kemungkinan Dinas Kesehatan atau Badan Gizi Nasional di wilayah tersebut), menjelaskan bahwa tim investigasi tidak dapat mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan karena kejadiannya sudah berlangsung satu hari sebelumnya dan makanannya sudah habis dikonsumsi, ” Jelas Anang.

” Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Grobogan memastikan penelusuran kasus ini akan terus dilakukan. Evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG juga akan dilakukan guna memastikan keamanan pangan dan mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Berdasarkan laporan resmi yang diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan pada Sabtu (13/12/2025) pukul 08.00 WIB, dugaan keracunan terjadi di delapan posyandu. Dalam laporan tersebut dijelaskan, makanan MBG dari SPPG didistribusikan sekitar pukul 11.00 WIB dan tiba di posyandu antara pukul 11.00 hingga 12.15 WIB.

Makanan kemudian dipindahkan ke wadah penerima manfaat untuk dibawa pulang dan dikonsumsi mulai pukul 11.06 WIB hingga paling lama pukul 15.00 WIB. Sekitar pukul 12.34 WIB, kader posyandu menemukan ayam yang berbau dan agak basi, lalu melaporkan kondisi tersebut kepada pihak dapur SPPG.

Pada pukul 16.30 WIB, satu penerima manfaat mulai mengalami mual dan diperiksakan ke bidan desa. Hingga malam hari, jumlah warga yang datang dengan keluhan serupa terus bertambah. Pada Jumat pagi (12/12/2025), tercatat total 23 warga mengalami dugaan keracunan makanan. Seluruh korban menjalani perawatan rawat jalan.

Sebagai langkah penanganan, pihak puskesmas setempat telah menerima laporan dan sanitarian melakukan koordinasi dengan pihak SPPG. Tim puskesmas juga melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) ke dapur SPPG guna mendalami sumber dugaan keracunan tersebut.

(HR/TP).