Lubuk Pakam | TambunPos.com — Suasana di kawasan pemukiman warga yang berada di samping RSUD H. Amri Tambunan, Lubuk Pakam, mendadak gempar pada Selasa malam (22/7/2025), menyusul penemuan sosok remaja laki-laki yang tewas tergantung di dalam kamar kontrakan.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Korban diketahui berinisial ZCR, remaja berusia 19 tahun asal Dusun I, Desa Gunung Para II, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai, berdasarkan identitas e-KTP yang ditemukan di lokasi kejadian.
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang curiga karena korban tak keluar kamar sejak siang hari. Saat pintu dibuka, korban ditemukan dalam posisi tergantung di ambang pintu kamar mandi, mengenakan hoodie krem dan celana pendek. Di lokasi juga ditemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditinggalkan oleh korban sebelum mengakhiri hidupnya.
Dalam surat yang ditinggalkan, korban menulis pesan menyentuh kepada orang tua dan adik-adiknya. Ia mengaku melakukan perbuatan tersebut karena mengalami tekanan pikiran. Ia juga meminta agar orang tuanya saling menjaga, tidak sering bertengkar, serta meminta semua anggota keluarga untuk menjaga kesehatan dan saling menyayangi.
“Mak’e, Ayah, maafin Mas ya… Mas ngelakuin ini karena Mas kepikiran dan ada yang ngehantui pikiran Mas…,” tulis korban di bagian awal suratnya.
Petugas dari kepolisian sektor setempat langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Menurut keterangan awal dari aparat kepolisian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban, dan posisi korban tergantung tampak sesuai dengan dugaan bunuh diri.
“Masih dalam tahap penyelidikan awal. Surat ditinggalkan korban menjadi salah satu bahan pertimbangan, namun kami tetap akan mendalami kasus ini,” ujar seorang petugas yang berada di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada indikasi dugaan kekerasan atau keterlibatan pihak lain. Namun demikian, aparat kepolisian tetap membuka kemungkinan pemeriksaan lebih lanjut atas motif sebenarnya di balik aksi tragis ini.
Keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi, termasuk pemilik kontrakan dan tetangga, juga sedang dikumpulkan guna memperkuat rangkaian kronologi dan kondisi psikologis korban sebelum peristiwa terjadi.





