Yogyakarta | TambunPos.com — Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menyelesaikan Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar pada Minggu, 18 Mei 2025. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, serta seluruh kader Golkar se-DIY.
Salah satu hasil penting Musda XI adalah terpilihnya Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M. sebagai Ketua DPD Golkar DIY periode 2025–2030. Singgih menggantikan posisi Gandung Pardiman dan disebut sebagai kandidat kuat yang sudah lama dipersiapkan untuk posisi strategis ini.
Menurut sejumlah pengamat politik, termasuk politisi senior Ratno Pintoyo dan beberapa tokoh LSM, Musda ini diyakini akan menjadi momentum penting dalam menyusun ulang arah politik Partai Golkar DIY ke depan.
“Setelah Musda tingkat provinsi, akan berlanjut ke Musda di tingkat kabupaten/kota. Pertanyaannya, akankah kasus video syur anggota DPRD Gunungkidul akan ditindaklanjuti oleh Mahkamah Partai?” ujar Ratno Pintoyo.
Ratno menegaskan bahwa kasus video syur yang melibatkan salah satu kader tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Persoalan ini, menurutnya, menjadi tantangan serius bagi Mahkamah Partai Golkar dalam menegakkan disiplin dan etika internal.
“Anggota DPRD yang terlibat *video call sex (VCS)* telah mencederai marwah partai. Tindakan seperti itu dianggap tidak etis, tidak profesional, dan berpotensi merusak citra partai di mata publik,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa partai perlu mengambil langkah tegas dan jelas dalam menyikapi kasus-kasus seperti ini, demi menjaga integritas organisasi serta kepercayaan masyarakat. Ratno menyebut bahwa secara umum, video syur dalam masyarakat dikategorikan sebagai bentuk pornografi yang tidak hanya berdampak sosial dan psikologis, tetapi juga melanggar norma hukum dan etika.
Dengan selesainya Musda XI, diharapkan setiap unsur pimpinan Golkar DIY dapat menunjukkan ketegasan dalam menangani persoalan internal, termasuk isu-isu etika yang mencuat ke permukaan.
(HER | TP)




