Foto : Aliran sungai buaya yang tercemar limbah Pabrik kelapa sawit (PKS)
DELISERDANG| TambunPos.com
Air Sungai buaya di Kabupaten Deliserdang, berubah menjadi hitam dan berminyak diduga tercemar limbah pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT JPP yang terletak di bantaran sungai buaya desa sibaganding, Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deliserdang, Rabu (7/6/23).
Beredar video, warga mengeluhkan perubahan air sungai buaya yang dicemari oleh limbah pabrik sawit menjadi hitam dan bau.
Ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja membuang limbahnya ke aliran sungai buaya”. ucap warga di akhir video.
Terpisah, warga sekitar berinisial MP (38) mengaku setelah air sungai buaya tercemar, kini masyarakat tidak berani lagi menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
“Padahal, warga menggunakan air sungai tersebut untuk kepentingan rumah tangga seperti memasak, mencuci hingga mandi”. Kata MP.
Narasumber pun menyebutkan tercemarnya air sungai buaya diduga kuat karena air limbah pabrik kelapa sawit (PKS) PT JPP yang terletak di bantaran sungai buaya.
“Setiap kali pabrik kelapa sawit tersebut membuang air limbahnya pasti air sungai buaya berubah menjadi hitam dan berminyak”. ucapnya.
“Tidak ada ijin itu pabrik kelapa sawitnya bang”sambungnya.
Narasumber juga mengakui sejak keberadaan PKS tersebut selama 5 bulan terakhir fungsi sungai berubah akibat tercemari limbah. Bahkan habitat sungai banyak mati seperti ikan, dan merusak ekosistem.
Narasumber berharap kepada Pemerintah Deliserdang berserta Polisi segera menutup dan menindak tegas pengelola pabrik kelapa sawit yang sudah merusak ekosistem di seputaran sungai buaya.
“Banyaknya warga yang mengeluh karena limbah tersebut, maka itu kami warga seputaran sungai buaya berharap kepada pihak – pihak terkait terkhusus polisi untuk menutup dan menindak tegas pengelola PKS tersebut”. pungkasnya.
(ET/TP)




