Scroll Untuk Baca Artikel
Daerah

50 Hari Menjadi Cerita, Taruna Poltekip Tinggalkan Kesan dan Kenangan di Lapas Lubuk

×

50 Hari Menjadi Cerita, Taruna Poltekip Tinggalkan Kesan dan Kenangan di Lapas Lubuk

Sebarkan artikel ini

Lubuk Pakam I TambunPos.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara Menerima Cendramata dari 6 (enam) Orang Taruna Poltekip Pada Sabtu (08/08/2026).

Sebanyak 6 (enam) orang taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) menyerahkan cinderamata kepada Kalapas Lubuk Pakam, Hakim Sanjaya, sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih atas kesempatan serta pengalaman yang diperoleh selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lapas Lubuk Pakam.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kegiatan tersebut menjadi momen penuh keakraban sekaligus penanda berakhirnya masa pengabdian para taruna yang telah menjalani kegiatan selama 50 hari di lingkungan Lapas Lubuk Pakam. Selama pelaksanaan, para taruna tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis mengenai penyelenggaraan tugas dan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan petugas serta mengenal lebih dekat berbagai proses pembinaan warga binaan.

Adapun empat taruna yang melaksanakan KKN yaitu Allan Jordan Sitanggang, Wesly Gabriel Matthew Hasibuan, Rizky Aditri Roza, dan Anugerah Mahansa. Sementara itu, dua taruna yang melaksanakan PKL yaitu Daniel Moses Parasian Purba dan Alvedro Rafael Sitorus.
Kalapas Lubuk Pakam menyampaikan apresiasi kepada seluruh taruna atas dedikasi, semangat belajar, dan kontribusi yang telah diberikan selama berada di Lapas Lubuk Pakam. “Lima puluh hari mungkin terasa singkat, tetapi kami berharap pengalaman yang diperoleh selama PKL dan KKN di Lapas Lubuk Pakam dapat menjadi bekal berharga bagi para taruna dalam menjalankan tugas di dunia pemasyarakatan nantinya. Terima kasih atas semangat, kedisiplinan, dan kontribusi yang telah diberikan. Jadikan setiap pengalaman di sini sebagai bagian dari proses untuk menjadi insan pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas,” ujar Hakim.

Salah satu taruna, Allan Jordan Sitanggang, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Lapas Lubuk Pakam yang telah memberikan ruang untuk belajar dan memperoleh pengalaman secara langsung di lapangan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kalapas dan seluruh jajaran Lapas Lubuk Pakam yang telah menerima dan membimbing kami selama 50 hari. Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang kami dapatkan, baik tentang tugas pemasyarakatan maupun tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan bagaimana memberikan pelayanan dengan baik. Semoga silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga,” ungkap Allan.

Penyerahan cinderamata tersebut menjadi simbol sederhana dari sebuah perjalanan yang penuh pembelajaran. Bagi para taruna, Lapas Lubuk Pakam bukan hanya menjadi tempat melaksanakan PKL dan KKN, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal secara nyata dinamika pemasyarakatan serta membangun pengalaman yang akan menjadi bekal dalam perjalanan pengabdian mereka di masa mendatang.

(R15/TP)