Foto : Masarakat Grobogan Jawa Tengah
Grobogan, TambunPos.Com – (15 Januari 2026) – Gelombang kemarahan melanda warga Grobogaan setelah sekitar 800 lebih siswa di Kecamatan Gubuk mengalami keracunan makanan dari Program Makanan Bergizi (MBG) yang disediakan oleh salah satu Satuan Pemberi Makanan (SPPG) setempat. Dalam pernyataan yang juga diangkat sebagai surat terbuka, warga tidak hanya mengkritik program tersebut secara keras, tetapi juga menuntut Kapolres Grobogan segera menetapkan pihak pengelola SPPG sebagai tersangka.
Warga menyatakan bahwa kejadian yang melibatkan anak-anak sebagai korban tidak dapat dianggap sepele. Menurut mereka, keselamatan generasi penerus bangsa harus menjadi prioritas utama, bukan hanya sekadar program yang berjalan tanpa pengawasan ketat.
“Kasus ini jelas bertentangan dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Kesehatan, serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pihak penyedia tidak bisa luput dari tanggung jawab – mereka harus bisa dipidana!” tegas perwakilan warga yang tidak ingin disebutkan nama.
Tak hanya itu, warga juga mengajukan tantangan langsung kepada Kapolres Grobogan: “Mampu atau berani tidaknya Bapak untuk menjadikan pihak pengelola SPPG tersebut sebagai tersangka? Ini bukan hal sepele, Pak – ini jelas-jelas meracuni anak bangsa!”
Selain kasus di Kecamatan Gubuk, warga juga menyampaikan kekhawatiran yang mendalam terkait SPPG yang berada di bawah naungan Polres Grobogan sendiri di Kecamatan Toroh. Mereka mengaku masih meragukan kualitas kesehatan dan keamanan makanan yang disediakan di sana.
“Kita tidak bisa hanya fokus pada satu kasus saja. Semua SPPG yang menyediakan makanan untuk anak-anak harus diperiksa secara menyeluruh,” tambah perwakilan warga.
Dalam bagian akhir pernyataan yang penuh emosi, warga memberikan tekanan yang kuat: “Mohon Pak Kapolres Grobogan – kalau tidak bisa menyelesaikan hal ini dengan adil dan tegas, lebih baik Bapak pindah saja dari wilayah Grobogan. Anak-anak kita layak mendapatkan keadilan!”
Sampai saat ini, pihak Kapolres Grobogan belum memberikan tanggapan resmi terkait seruan dan kritikan yang diajukan oleh warga tersebut.
(HR/TP)




