Konawe I TambunPos.com – Kondisi memprihatinkan dialami puluhan tenaga kebersihan di RSUD Kabupaten Konawe. Mereka mengaku “sekarat” secara ekonomi karena upah yang diterima jauh di bawah UMK Konawe 2026 yakni hanya sebesar Rp 1.500.000./bulan sedangkan UMK kabupaten Konawe 2026 di angka Rp3.306.496.
Berdasarkan pengakuan beberapa pekerja yang enggan disebut namanya karena takut dipecat, upah yang mereka terima dari vendor penyedia jasa sangat rendah di tengah melonjak nya harga kebutuhan pokok,Padahal beban kerja mereka tidak main-main membersihkan seluruh ruangan rawat inap, IGD, ruang operasi, hingga area infeksius selama 8 jam/hari.
Baca juga : Bupati Deli Serdang Terima Audiensi Forwarspams Dukung Dan Kawal Pembangunan Daerah
Ketua Serikat buruh keadilan Bersatu DPC Konawe Saiful kepada media mengatakan bahwa dirinya prihatin atas apa yang menimpa para tenaga kebersihan RSUD tersebut dirinya menyebut anggaran kebersihan RSUD yang mencapai lebih dari 2 miliar tersebut diduga hanya dinikmati oleh oknum pimpinan perusahaan penyedia jaza tenaga kebersihan tersebut.
“Ini sebuah ironi sekelas RSUD Konawe tutup mata dan tidak berani menegur vendor penyedia jasa kebersihan. Padahal sebagai pengguna jasa, RSUD punya kewajiban memastikan vendor mematuhi aturan ketenagakerjaan sesuai Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, ” Ucap Ketua Buruh dengan nada geram. Jum’at (24/04/2026).
Baca juga : Pemkab Karo Izinkan Dana BOSP 2026 Digunakan untuk Gaji Guru dan Tenaga Kependidikan PPPK Paruh Waktu
Ketika Di tanya Mengenai langkah serikat dirinya menambahkan akan melakukan aksi mogok kerja di hari Selasa 28 April mendatang sekaligus melaporkan perusahaan CV Kampa jaya ke Polda Sultra agar di proses secara hukum.
” Akan kita tempuh jalur hukum kami juga akan mendesak Bupati Konawe segera audit kontrak kebersihan RSUD Konawe tahun 2024-2025 juga ke Disnaker Konawe agar turun sidak dan periksa slip gaji seluruh tenaga kebersihan tak lupa juga di Direktur RSUD Konawe harus bertanggung jawab penuh dan hentikan kontrak dengan vendor nakal” tutupnya.
Sampai berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi dari pihak RSUD Konawe selaku pihak yang berwenang mengevaluasi kinerja vendor penyedia jasa tersebut begitupun mengenai rencana aksi mogok kerja tenaga kebersihan pekan depan.
Kontributor : Sarwanto/Konawe
(TP)




