Scroll Untuk Baca Artikel
Uncategorized

Diduga Seorang Warga Saentis Tewas Dianiaya BKO PTPN 1 Regional 1

×

Diduga Seorang Warga Saentis Tewas Dianiaya BKO PTPN 1 Regional 1

Sebarkan artikel ini

Foto; Ilustrasi.

Deli Serdang, TambunPos.com – Pagi yang semula berjalan normal di kawasan PTPN I Regional 1 Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, mendadak menjadi perhatian warga setelah sebuah mobil Identifikasi Forensik (Inafis) terlihat memasuki lokasi pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kehadiran petugas memicu berbagai spekulasi terkait adanya peristiwa yang diduga menelan korban jiwa.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Informasi yang beredar menyebutkan dua orang diduga tertangkap saat melakukan pencurian buah kelapa sawit di areal perkebunan Pasar I Saentis. Keduanya disebut sempat diamankan oleh bantuan kendali operasi (BKO) dari satuan TNI AD dan security lalu dibawa ke mess.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lokasi, kedua orang yang di amankan oleh BKO dan security diduga mengalami tindakan kekerasan saat diamankan. Akibatnya, satu orang dikabarkan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, sementara seorang lainnya dilaporkan meninggal dunia. Informasi ini masih menunggu kepastian dari aparat penegak hukum dan pihak terkait.

Peristiwa tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat. Benarkah korban meninggal akibat dugaan penganiayaan saat proses pengamanan? Apakah tindakan yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku? Siapa yang harus bertanggung jawab apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum dalam peristiwa ini?
Masyarakat kini menantikan transparansi dari pihak kepolisian, termasuk hasil olah tempat kejadian perkara oleh Tim Inafis, hasil visum maupun autopsi, serta keterangan resmi dari PTPN I Regional 1. Pengungkapan fakta secara objektif dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi liar dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.

Perlu diketahui saat ini tim BKO PTPN 1 Regional 1 dari satuan Yon Armed 2 Delitua.

Mengetahui peristiwa tersebut, awak media mencoba mengkonformasi humas PTPN 1 Regional 1 Rahmat melalui pesan whatshapp namun belum berkomentar.

(ET/TP)