Lubuk Pakam I TambunPos.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Kementerian Imigrasi Dan Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kantor Wilayah Sumatera Utara, Melaksanakan Kegiatan Penutupan Pelatihan Keterampilan Otomotif Pada Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kalapas Lubuk Pakam yang diwakili oleh Kasubsi Giatja, Helenki Tarigan beserta Tim Kabid. Pelatihan dan Produktifitas, Juliansyah Putra Dalimunte beserta rekan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Lubuk Pakam dalam menghadirkan program pembinaan kemandirian yang produktif, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masa depan Warga Binaan.
Selama satu bulan mengikuti pelatihan, para peserta telah dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan di bidang otomotif, mulai dari pengenalan komponen kendaraan, teknik perawatan, hingga praktik perbaikan sepeda motor.
Kasubsi Giatja dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Deli Serdang atas dukungan serta kolaborasi yang telah terjalin dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Pembinaan bukan sekadar mengisi waktu selama menjalani masa pidana, tetapi bagaimana kita mampu memberikan bekal kehidupan yang nyata. Kami berharap keterampilan yang diperoleh hari ini menjadi modal berharga bagi Warga Binaan untuk membuka peluang usaha, mencari pekerjaan, dan kembali ke tengah masyarakat dengan penuh percaya diri. Masa lalu mungkin tidak dapat diubah, tetapi masa depan masih bisa diperjuangkan,” ungkap Helenki.
Sementara itu, Pelatihan dan Produktifitas Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Deli Serdang menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk bagi Warga Binaan yang tengah menjalani proses pembinaan di dalam Lapas.
“Kami percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang dan menjadi lebih baik. Keterampilan otomotif yang telah diberikan diharapkan tidak berhenti sampai kegiatan ini ditutup, melainkan terus diasah dan dikembangkan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat menjadi pintu pembuka menuju kemandirian ekonomi ketika nantinya kembali ke lingkungan masyarakat,” ujar Juliansyah.
Selain itu, seluruh Warga Binaan yang telah mengikuti pelatihan juga diberikan sertifikat sebagai bukti partisipasi sekaligus pengakuan atas keterampilan yang telah mereka pelajari selama mengikuti program pelatihan.
Sebab setiap keterampilan yang diperoleh adalah bekal, setiap sertifikat adalah bukti perjuangan, dan setiap kesempatan adalah langkah baru menuju masa depan yang lebih baik.
(R15/TP)




