JAKARTA | TambunPos com — Perjalanan hidupnya dimulai tepat di hari paling bersejarah bangsa ini. H.T. Mamat Robby Suganda, Sos., M.AP. lahir di Kuningan pada 17 Agustus 1967 — persis di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Seakan takdir telah menuntunnya untuk terus berjuang memajukan rakyat, kini mantan anggota DPRD Jawa Barat periode 2009–2014 dari Partai Demokrat itu menyalurkan seluruh tenaganya ke dunia pendidikan melalui Yayasan Raihan Matsuda.
Beliau mendirikan usaha pendidikan ini sejak tahun 2004, berupa SMK Auto Matsuda yang berlokasi di Jalan Raya Maleber No. 192, Kutaraja, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sekolah ini telah beroperasi resmi dan terus berkembang hingga saat ini.
Hal tersebut diungkapkan Robby saat menerima kunjungan media TambunPos.com di kediamannya, kawasan Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Senin (3/8/2026).
Meski usaha di sektor proyek swasta tetap berjalan dan kini dikelola sepenuhnya oleh anak-anaknya, Robby memilih memusatkan perhatian besar pada pengembangan SMK Auto Matsuda. “Saya percaya pengembangan potensi harus berjalan beriringan, baik di pendidikan maupun dunia usaha. Anak-anak kini yang memegang kendali proyek swasta, saya lebih banyak fokus ke pengembangan sekolah,” ujarnya tegas.
Pria kelahiran Kuningan ini juga dikenal memiliki semangat pantang menyerah. Di sela kesibukan mengelola yayasan, ia kerap menempuh perjalanan jauh mengendarai sepeda motor melintasi rute Cakung–Kuningan–Yogyakarta.
“Perjalanan jauh pakai motor mengajarkan ketekunan dan menghargai setiap jarak yang ditempuh- nilai yang sama saya tanamkan juga di lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Dikediamannya pun tersedia saung tempat merawat burung-burung kesayangan, sebagai cara menenangkan pikiran sebelum kembali berkarya untuk pendidikan.
Sebagai Ketua Pembina Yayasan Raihan Matsuda, Robby menetapkan standar tinggi bagi SMK Auto Matsuda: bukan hanya mencetak lulusan terampil, tetapi berkarakter kuat. Sekolah kini mengelola tujuh program keahlian, mulai dari teknik kendaraan hingga perbankan syariah, dengan penguasaan teknologi dan tata kelola yang transparan.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi daerah dan bangsa. Saya ingin anak-anak Kuningan dan sekitarnya memiliki kesempatan setara untuk berkembang,” tegasnya.
Dilahirkan di hari kemerdekaan, mengabdi di lembaga perwakilan rakyat, lalu mendirikan lembaga pendidikan ini adalah bukti nyata satu perjuangan: mencerdaskan kehidupan bangsa, dari Kuningan, untuk Indonesia.
(Ranto Manullang, SH)





