Foto : Oknum Bhabinkamtibmas Polsek Gubug, Grobogaan
GROBOGAN – TAMBUMPOS.COM | Sebuah Rekaman video yang diduga memperlihatkan tindakan tidak etis yang dilakukan oleh oknum Bhabinkamtibmas dari Polsek Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjadi sorotan dan perbincangan hangat di masyarakat. Dalam rekaman yang beredar, petugas tersebut diduga meminta uang sebesar Rp100.000 yang disebutnya sebagai “jatah keamanan” saat berlangsungnya acara halal bihalal di wilayah Kunjeng, Kecamatan Gubug, pada Selasa (7/4/2026).
Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah salah satu warga ibu-ibu yang hadir dalam acara tersebut merasa tidak nyaman dan menilai tindakan petugas tersebut tidak pantas. Ia pun kemudian merekam kejadian tersebut tanpa sepengetahuan oknum bersangkutan. Rekaman video tersebut akhirnya tersebar di kalangan masyarakat dan memicu keresahan, khususnya bagi para ibu-ibu yang mengikuti kegiatan tersebut.
Berdasarkan isi rekaman yang beredar, oknum tersebut diduga menyebutkan bahwa permintaan uang tersebut merupakan bagian dari perintah atau kebijakan dari pihak Polsek Gubug. Pernyataan ini justru semakin memicu kekhawatiran warga dan menimbulkan pertanyaan besar terkait transparansi serta integritas aparat dalam menyikapi kegiatan kemasyarakatan.
Sejumlah warga mengaku merasa sangat tidak nyaman dan resah dengan kejadian tersebut. Mereka berharap adanya kejelasan dari pihak berwenang serta tindakan tegas terhadap oknum yang bersangkutan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
“Kami sebagai warga tentu merasa khawatir dan kecewa. Harapannya, pihak berwenang segera memberikan penjelasan dan mengambil tindakan tegas jika dugaan tersebut memang terbukti benar,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya.
Masyarakat pun meminta agar aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus ini dengan melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan mendalam. Selain itu, warga juga berharap pihak kepolisian dapat memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik terkait kebenaran isi video tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun tanggapan yang disampaikan oleh pihak kepolisian terkait kasus ini. Warga pun berharap penanganan terhadap kasus ini dilakukan secara transparan, objektif, dan profesional demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.




