NasionalPertanianPolitik

Dihadiri Menteri Pertanian, Wabup : Deli Serdang Lumbung Pangan Sumatera Utara

248
×

Dihadiri Menteri Pertanian, Wabup : Deli Serdang Lumbung Pangan Sumatera Utara

Sebarkan artikel ini

PANTAI LABU I TambunPos.com

Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, HM Ali Yusuf Siregar menghadiri Gerakan Tanam Padi Perdana Oktober 2022-Maret 2023 Provinsi Sumatera Utara di Jalan Besar Pantai Labu, Gang Abas, Dusun Damai, Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Sabtu (22/10/2022).

Di acara yang dihadiri Menteri Pertanian (Mentan), Prof Dr H Syahrul Yasin Limpo SH MSi MH, Wabup menegaskan jika Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu lumbung pangan bagi Provinsi Sumatera Utara

Serta hadir dalam kegiatan ini , Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanam Pangan Holikultura, Ir Lusianti mewakili Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), H Edy Rahmayadi.

Hadir pula, Dandim 0204/DS, Letkol Czi Yoga Febrianto SH MSI; Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji SIK; Kadis Pertanian, Rahman Saleh Dongoran Siregar SP; Kadis Ketahanan Pangan, Ir Herry Lubis; perwakilan Dinas Kominfostan, Rudy Heryanto SKom; perwakillan Kodam I/BB, Brigjen TNI Djasman Jamil; Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Dadang Hartanto.

Dalam sambutannya HM Ali Yusuf Siregar menerangkan,

“Pertanian merupakan unsur penting dan strategis dalam menunjang perekonomian daerah dan Kabupaten Deli Serdang adalah salah satu lumbung pangan di Provinsi Sumatera Utara dengan lahan persawahan seluas 33.992 hektare (Ha). Tahun 2021, mampu memproduksi gabah kering giling sebesar 431.101 ton atau setara dengan 275,991 ton beras dengan konsumsi sebanyak 221.343 ton beras. Sehingga kita masih surplus beras sebesar 54.684 ton,” ungkap Wabup.

Upaya dalam mempertahankan surplus tersebut, sambung Wabup, merupakan tantangan sangat berat. Hal tersebut bisa dilihat dari luas lahan pertanian yang ada terus mengalami penurunan, akibat masih tingginya alih fungsi lahan pertanian menjadi perkotaan.

Berdasarkan data tahun 2019, rinci Wabup, luas lahan persawahan seluas 38.435 Ha berkurang menjadi 33.992 Ha sampai saat ini. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah meningkatkan produksi padi dengan menerapkan berbagai teknologi dan pembangunan di antaranya melakukan perbaikan infrastruktur produksi berupa jaringan irigasi tingkat usaha tani yang baik dan peningkatan indeks pertanian.

Disebutkan Wabup lagi, pelaksanaan Gerakan Tanam Padi Perdana Oktober 2022-Maret 2023 tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat yang telah memberi bantuan, berupa alat mesin pertanian yang dialokasikan di Kabupaten Deli Serdang dengan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang, Saya mengucapkan terima kasih yang tulus atas peran pemerintah pusat, khususnya kepada Bapak Menteri Pertanian dalam memajukan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Deli Serdang ini, untuk modernisasi pertanian yang nantinya diharapkan akan menghasilkan produksi padi bermutu dan berkualitas,” ucap Wabup.

Di kesempatan itu, Wabup berpesan kepada para petani untuk dapat merawat dan memelihara alat mesin pertanian dengan baik agar efektivitas produksi pertanian bisa lebih meningkat.

Diharapkan, dengan Gerakan Tanam Padi oleh Kelompok Tani Mekar mampu memberikan semangat dan dorongan serta menjadi pelopor peningkatan produksi bagi semua pihak untuk berpartisipasi dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Kabupaten Deli Serdang.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Prof Dr H Syahrul Yasin Limpo SH MSi MH, menegaskan adalah sebuah kesalahan bila potensi pertanian di Kabupaten Deli Serdang tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Kita bertani itu memastikan diri kita tidak miskin, karena orang miskin kan enggak bisa makan. Nah, kalau kita mau kaya, bertanilah dengan baik. Kalau mau desamu baik, bertanilah. Selama dua tahun dilanda Covid-91, perekonomian naik turun, yang tetap stabil adalah bidang pertanian. Petani itu hebat, petani itu keren, saat ini bisa kita katakan, kau bisa apa tanpa pertanian? Menjadi petani itu tidak miskin. Kenapa? Karena Tuhan sudah kasih luar biasa di Deli Serdang. Luar biasa mataharinya terus bersinar, anginnya terus bertiup, ada air di mana-mana, bisa turun, bisa datang, tanahnya subur. Kalau enggak bisa dimanfaatkan dengan baik, kita yang salah,” tegas Mentan.

Setelah dua tahun dunia dilanda Covid-19, semua segi kehidupan tak berjalan maksimal. Setelah Covid-19 melandai, seolah semuanya terakumulasi. Dan saat inilah dunia membutuhkan beras.

“Ini saatnya kenapa dunia butuhkan beras. Kita lagi persiapkan makanan rakyat sampai dua tahun ya, antara lain tentu saja inflasi jangan naik, kurs Rupiah turun. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang harus serius dalam meningkatkan produksi pertanian dan pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian mendukung penuh. Mari kita percaya, alam masih bisa bersahabat dan kita bisa hidup lebih tenan, tenteram di Indonesia. Apapun yang terjadi, karena makanan kita akan siap dan kita siapkan secara benar,” tegas mantan Gubernur Sulawesi Selatan 2008-2018 ini.
(ris/TP)

TambunPos

~Tidak ada kata terlambat untuk memulai kehidupan yang kamu inginkan~