Foto : Pembangunan Gedung Koperasi, Desa Merah Putih.
Deli Serdang I TambunPos.com – Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Deli Serdang menanggapi soal pemberitaan adanya gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang di bangun di lokasi yang tidak strategis.
Seperti disampaikan wakil ketua JPKP Deli Serdang Pujian Tarigan, mengenai lokasi karena tidak adanya lahan aset desa sehingga harus dibangun walaupun bukan dijalan lintas.
“Standar Pembangunan sudah sesuai karena syarat harus ada didekat pemukiman, Lagi pula kita sebagai masyarakat sangat bangga kepada warga yang bersedia menghibahkan lahan untuk pembangunan gerai ini” ujar Pujian yang juga putra daerah Kecamatan STM Huku.
Lanjutnya, .karenakan syarat harus dibangun dilahan hibah. Kalau nanti koperasi desa ini sudah beroperasi, walau pun tidak dijalan lintas dan dikelola dengan management yang baik.
Pasti akan mensejahterakan masyarakat desanya. Karena pungsi gerai tersebut dibangun didesa dan dikelola oleh warga desa tersebut. “Jadi tidak benar narasi yang telah terbit dalam media yang mengatakan tidak strategis” Jelas pujian Tarigan yang selalu memantau kegiatan dari perencanaan lokasi dan banguna kdmp di STM hulu.
Sebelumnya, pembangunan sejumlah gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang menuai sorotan, dan dinilai tidak strategis.
Pasalnya, terdapat beberapa titik lokasi gerai KDMP yang dibangun dinilai tidak strategis tidak berada di akses jalan umum serta ada posisi yang menghadap ke kebun sawit warga.
Warga STM Hulu M Ginting kepada awak media ini, Jumat (29/5/2026) menyampaikan ada beberapa titik pembangunan gerai KDMP yang menurutnya lokasinya tidak layak dijadikan sebagai gerai, “ada yang di bangun dilahan persawahan, di ladang, di lokasi kaplingan bahkan ada juga gerai yang dibangun posisinya menghadap ke kebun sawit warga”katanya.
Pantauan di lapangan gerai KDMP di Kecamatan STM Hulu yang menjadi perhatian yakni, KDMP Desa Rumah Lengo, lokasinya dibelakang rumah warga, masuk sekira 70 meter dari jalan utama, KDMP Desa Tiga Juhar, lokasinya berada di lokasi tanah kaplingan, masuk sekira 100 meter dari jalan utama, KDMP Desa Sibunga Bunga, lokasinya berada kearah perladangan, sekira 100 meter dari jalan utama, KDMP Rumah Rih, lokasinya berada di lahan persawahan sekira 100 meter dari jalan utama sementara KDMP Desa Durian IV Mbelang lokasinya berada di pinggir jalan utama namun yang menjadi perhatian kios kios gerai nya menghadap ke kebun sawit warga.
Ketua DPW LSM Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GMAS) Sumatera Utara, Jurlis Daud, menilai kritik masyarakat muncul karena lokasi gerai dianggap tidak mendukung potensi aktivitas ekonomi.
Menurutnya, sebuah gerai seharusnya dibangun berdasarkan kajian kebutuhan dan potensi pasar agar mampu berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau lokasinya sepi dan jauh dari pusat aktivitas warga, tentu akan sulit menarik pengunjung. Jangan sampai program yang baik justru tidak optimal karena penentuan lokasi yang kurang tepat,” kata Jurlis.
Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan usaha menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. Jika aktivitas ekonomi di gerai tidak berjalan maksimal, maka dikhawatirkan fasilitas yang telah dibangun tidak dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dasar penentuan lokasi pembangunan gerai-gerai KDMP tersebut.
(TP)




