Lubuk Pakam I TambunPos.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara Jalin Kolaborasi Dengan Universitas Sumatera Utara (USU) Pada Rabu (26/08/2026).
Bersama jajaran Pemasyarakatan Sumatera Utara, Lapas Lubuk Pakam terus mendukung program pembinaan bagi warga binaan, khususnya melalui pengembangan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan sebagai wujud nyata sinergi antarinstansi dalam menciptakan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemantauan lahan pertanian yang menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Program ini tidak hanya berfokus pada hasil produksi pangan, tetapi juga pada proses pembelajaran yang memberikan nilai keterampilan dan pengalaman praktis bagi WBP.
Dalam kegiatan tersebut, Kalapas Lubuk Pakam, Hakim Sanjaya mendampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara dalam melakukan peninjauan langsung terhadap lahan ketahanan pangan.
Pemantauan dilakukan untuk melihat kondisi lahan, perkembangan kegiatan pertanian, serta mengidentifikasi potensi pengembangan program agar dapat memberikan manfaat yang lebih optimal dalam proses pembinaan WBP.
Kolaborasi dengan Universitas Sumatera Utara diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan pembinaan melalui dukungan ilmu pengetahuan, pendampingan teknis, serta pengembangan metode pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
Selain itu, program ini menjadi sarana strategis bagi WBP untuk memperoleh keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal dalam membangun kehidupan mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
Kalapas Lubuk Pakam menyampaikan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi dan berbagai pihak merupakan langkah penting dalam mewujudkan sistem pembinaan yang adaptif dan berorientasi pada kemandirian.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap kegiatan pertanian tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran yang mampu membentuk keterampilan, kemandirian, serta kesiapan WBP untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Hakim.
(R15/TP)




