Scroll Untuk Baca Artikel
Hukum dan HAM

Mobil Dinas Jadi Kendaraan Keluarga, Branch Office BRI Tanjung Balai Disorot: Biaya Membengkak, Pengawasan Dipertanyakan

×

Mobil Dinas Jadi Kendaraan Keluarga, Branch Office BRI Tanjung Balai Disorot: Biaya Membengkak, Pengawasan Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
mobil dinas

Tanjung Balai, TambunPos.com – Dugaan penyalahgunaan mobil dinas oleh sejumlah oknum Kepala Unit di bawah binaan Branch Office BRI Tanjung Balai kini menjadi sorotan publik. (13/9/26).

Pasalnya, Kendaraan yang semestinya digunakan untuk menunjang operasional pelayanan disinyalir digunakan untuk kepentingan keluarga, sehingga memunculkan dugaan pembengkakan biaya operasional hingga anomali anggaran.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Praktik tersebut sudah berlangsung berulang kali, dinilai bukan sekadar persoalan disiplin pegawai. Jika benar terjadi, dampaknya berpotensi langsung menggerus anggaran perusahaan melalui lonjakan konsumsi BBM, meningkatnya biaya perawatan kendaraan, hingga penyusutan umur kendaraan yang lebih cepat akibat penggunaan di luar kepentingan dinas.

Padahal, kendaraan operasional tersebut diberikan perusahaan untuk mendukung kelancaran pelayanan di masing-masing Unit Kerja, bukan sebagai fasilitas pribadi ataupun kendaraan keluarga.

Target Anggaran Sudah Diatur, Kenapa Biaya Tetap Membengkak?

Informasi yang dihimpun Tambunpos menyebutkan, Kantor BRI Wilayah Medan telah menetapkan breakdown target biaya operasional tahunan bagi setiap Unit Kerja. Kebijakan itu dibuat agar seluruh pengeluaran tetap terukur, efisien, dan tidak melampaui batas anggaran yang telah ditetapkan.

Namun muncul pertanyaan yang kini menjadi perhatian publik: mengapa pembengkakan biaya operasional diduga tetap terjadi jika mekanisme pengawasan telah tersedia?

Pinca dan SPO Bungkam

Tambunpos telah berupaya meminta konfirmasi kepada Pimpinan Cabang (Pinca) dan SPO Branch Office BRI Tanjung Balai, yang disebut sebagai pihak bertanggung jawab atas pengawasan aset perusahaan di bawah binaannya.

Hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan terkait dugaan penggunaan mobil dinas untuk kepentingan keluarga serta dugaan pembengkakan biaya operasional tersebut.

Sikap bungkam itu justru menambah tanda tanya publik. Jika penggunaan aset perusahaan telah sesuai aturan, mengapa klarifikasi resmi belum juga disampaikan? Kini perhatian tertuju pada langkah manajemen BRI Wilayah Medan untuk memastikan penggunaan kendaraan dinas tetap sesuai peruntukannya serta memberikan penjelasan atas dugaan anomali biaya yang mencuat di bawah binaan Branch Office Tanjung Balai.

(Red)