Scroll Untuk Baca Artikel
DaerahPendidikanSumut

Bincang Santai WBTb Indonesia Menuju ICH Bersama Ibu Irini Dewi Wanti

126
×

Bincang Santai WBTb Indonesia Menuju ICH Bersama Ibu Irini Dewi Wanti

Sebarkan artikel ini

Binjai – TambunPos.com

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) menyoroti pentingnya pendataan atau inventarisasi sebagai tahapan utama yang harus dilalui agar suatu warisan budaya takbenda (WBTb) yang diajukan dari daerah dapat ditetapkan sebagai WBTb nasional.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemdikbudristek Irini Dewi Wanti dalam bincang virtual diikuti di Jakarta, Kamis, 08 Des 2022, menjelaskan ketika WBTb telah ditetapkan oleh Mendikbudristek maka WBTb tersebut selanjutnya dapat diajukan ke tingkat Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

“Ini sebagaimana amanat Undang-Undang. Karena setelah ditetapkan (oleh Mendikbudristek) baru bisa dia, setelah masuk di dalam daftar objek pemajuan kebudayaan (OPK) baru bisa diusulkan untuk ditetapkan, apakah sebagai cagar budaya atau sebagai warisan budaya takbenda Indonesia,” kata Irini dalam Bincang Santai WBTb Indonesia Menuju Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Irini mengatakan pendataan WBTb untuk diajukan ke tingkat nasional dapat dilakukan oleh orang per orangan maupun pemerintah termasuk pemerintah daerah. Data-data WBTb nantinya masuk di dalam Data Pokok Kebudayaan.

“Kalau misalnya di daerah di provinsi itu harus ada adminnya masing-masing di dalam pendataan ini. Kemudian diverifikasi alurnya, kita bisa melihat alur pendataan objek pemajuan kebudayaan. Terverifikasi dan tervalidasi di provinsi, baru dia menjadi ditetapkan sebagai data objek pemajuan kebudayaan,” kata dia.

Irini juga menyoroti permasalahan pendataan WBTb dari daerah yang dalam beberapa kasus masih terjadi ketidaklengkapan dokumen-dokumen pendukung sehingga tidak dapat ditetapkan sebagai WBTb nasional.

Menurut Kemdikbudristek, hingga tahun ini terdapat setidaknya 11.156 WBTb yang tercatat dari provinsi-provinsi di Indonesia, dengan Jawa Tengah menjadi provinsi yang paling banyak mencatat WBTb sebanyak 726 buah.

Namun hingga tahun 2021, baru 1.728 WBTb yang ditetapkan sebagai WBTb nasional. Pada tahun ini, DI Yogyakarta menjadi provinsi dengan WBTb yang paling banyak berhasil ditetapkan sebagai WBTb nasional sebanyak 130 WBTb.

“Kenapa yang paling tinggi (pencatatan WBTb) itu ada di Jawa Tengah tetapi penetapannya (WBTb nasional terbanyak) Yogyakarta? Hal ini karena ketika pengusulan untuk penetapan, belum tentu data-data yang diusulkan kepada Ditjen Kebudayaan melalui Direktorat yang mengampu tugas-tugas penetapan WBTB ini, itu datanya sudah lengkap, sudah terverifikasi dengan benar,” kata Irini.

“Untuk itu makanya, ini harus dipahami. Karena ini (pendataan) sebagai sebuah proses sebelum kita bicara tentang WBTb UNESCO,” imbuh dia lagi.

Sejauh ini, Indonesia telah memiliki 12 WBTb dunia yang ditetapkan oleh UNESCO. Irinii menyebutkan bahwa pada tahun ini terdapat tambahan 200 WBTb nasional yang ditetapkan oleh Mendikbudristek.

Irini juga menegaskan bahwa pencantuman WBTb Indonesia ke dalam daftar WBTb UNESCO merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemajuan kebudayaan.

(SDT|TP)

TambunPos

~Tidak ada kata terlambat untuk memulai kehidupan yang kamu inginkan~