Scroll Untuk Baca Artikel
DaerahKeagamaanSeni dan BudayaSumut

Kenduri Nelayan, Wujud Syukur Hasil Laut yang Berlimpah

320
×

Kenduri Nelayan, Wujud Syukur Hasil Laut yang Berlimpah

Sebarkan artikel ini

PERCUT SEI TUAN I TambunPos.com

Kenduri nelayan merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat nelayan sejak dulu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kekayaan hasil laut yang melimpah.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Selain itu, kenduri ini juga bertujuan sebagai wadah silaturahmi bagi masyarakat nelayan di Kabupaten Deli Serdang. Inilah makna dan pesan-pesan yang bisa diambil dari pelaksanaan kenduri nelayan Kabupaten Deli Serdang di Percut Sei Tuan ini,” kata Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, HM Ali Yusuf Siregar dalam arahannya pada acara Kenduri Nelayan di Aula Gedung Kembar Bagan Percut, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin (05/12/2022).

Turut hadir bersama Wakil Bupati di acara tersebut, anggota DPRD Deli Serdang, Rakhmadsyah; Kepala Dinas (Kadis) Perikanan, Iwan Januar Salewa SH; Kadis Pertanian, Rahman Saleh Dongoran SP MSi; Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan), Safii Sihombing SIP MAP; perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya; Camat Percut Sei Tuan, Asma Fitryan Syukri SSTP MAP; Kepala Desa Percut, Asyhari Syah; dan lainnya

Wabup berharap kenduri nelayan yang diselenggarakan selama ini bisa terus dipertahankan dan dilestarikan, sehingga nantinya seluruh masyarakat dapat memahami nilai-nilai yang terkandung dari tradisi tersebut.

“Dan semakin mencintai nilai-nilai kearifan lokal, yang nantinya berdampak pada kokohnya rasa kebersamaan dan persaudaraan di antara kita,” harap Wabup.

Wabup berpesan, khususnya kepada masyarakat pesisir untuk selalu menjaga kelestarian alam bawah laut dan sekitarnya dengan sebaik-baiknya. Karena, profesi nelayan menjadi tumpuan bagi sebagian masyarakat untuk menghidupi dan meningkatkan perekonomian keluarga.

“Kepada para nelayan, saya juga mengimbau agar dapat memahami ketentuan dan peraturan tentang batas-batas perairan antar negara. Ini penting guna menghindari permasalahan hukum yang dapat merugikan diri dan keluarga, bahkan juga negara,” imbau Wabup.

Sebelumnya, Ketua HNSI Sumatera Utara (Sumut), Zulfachri Siagian SE, menjelaskan tentang Undang-Undang (UU) No.7 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Nelayan.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) gencar menangkap kapal-kapal nelayan. Beberapa bulan lalu, ada sembilan kapal dari Deli Serdang yang ditangkap dan delapan dari blBelawan. Jadi, perlu perhatian pemerintah apa tindakan yang bisa dilakukan untuk perlindungan terhadap nelayan,” ungkapnya.
(ris/TP)

TambunPos

~Tidak ada kata terlambat untuk memulai kehidupan yang kamu inginkan~